KELUARGA Sudah Menyiapkan Pelaminan untuk Pasangan Kekasih yang Tewas Kecelakaan, Januari Menikah
PASANGAN kekasih Suharianto (28) dan Irma Yunita (23) yang tewas kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera KM 38-39, Tualang, Perbaungan
TRIBUN-MEDAN.COM – PASANGAN kekasih Suharianto (28) dan Irma Yunita (23) yang tewas kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera KM 38-39, Tualang, Perbaungan, Serdangbedagai ternyata sebentar lagi menikah.
Belum diketahui tanggal pasti pernikahan mereka, tetapi keluarga sudah menyiapkan pelaminan pernikahan.

Bahkan, rencananya pada Selasa (15/12/2020) sepasang kekasih ini akan menemui pembuat video dan tukang foto di acara resepsi mereka.
Semua informasi itu diperoleh dari percakapan di media sosial.
Pemilik akun facebook bernama Haikal Ariyanti menuliskan status yang sedih tentang rencana pernikahan sejoli itu.
“Buat adek-ku Irma Sujoyo, Riyan Sujoyo mungkin Allah sayang sama kalian, mungkin kalian emang sudah berjodoh di surga sana. Maafi kami ya sayang, kami sayang sama adek, tapi Allah lebih sayang sama kalian. Itu pelaminan kalian, semoga di surga sana kalian bisa duduk bareng. Wujudkan cita-cita kalian ya sayang. Doa kakak surga tempat kalian. Amin ya Allah,” tulisnya.

Status itu kemudian banjir komentar dari kerabat maupun keluarga di antara kedua pasangan kekasih itu. Pada umumnya, mereka mengucapkan turut berduka cita.
Satu di antara yang berkomentar adalah pemilik akun facebook Desy Anastasya yang menyebutkan pasangan sejoli itu bakal menikah pada Januari 2021.

Pada pemberitaan sebelumnya Suharianto dan Irma tewas setelah sepeda motor yang mereka kendarai ditabrak bus.
Kasat Lantas Polres Sergai, AKP Agung Basuni mengatakan saat ini kasus kecelakaan beruntun ini masih mereka tangani.
Ia pun membenarkan kalau pihaknya sudah menetapkan satu orang tersangka dalam kasus kecelakaan ini.

Tersangka itu yakni sopir bus PT Bilah Pane Sejati, Tumpan Lumban Tobing (50).
"Tersangka sementara ini sopir bus yang diduga melakukan pelanggaran sehingga mengakibatkan kecelakaan. Kita tahan dan sedang dalam proses pemeriksaan," ucap Agung Basuni Senin, (14/12/2020).
Ia menyebut laka maut ini terjadi sekira pukul 17.30 WIB.
Insiden tabrakan beruntun itu melibatkan mobil bus PT Bilah Pane Sejati nomor BL-7359 AL, sepeda motor Yamaha Vixion BK 2299 WQ yang dikendarai korban, Honda CB-150R BK 4463 XAN dan mobil pick up BK 8034 MN.
Dalam lakalantas ini terdapat dua orang korban meninggal dunia.
"Kronologinya bermula saat Bus PT Bilah Pane Sejati yang dikemudian oleh Tumpal Lumban Tobing datang dari arah Medan menuju Tebing Tinggi.
Setibanya di TKP mendahului mobil minibus yang belum diketahui jenis dan no platnya mengambil jalur ke kanan jalan.
Sehingga pada bagian depan sebelah kanannya tertabrak oleh Yamaha Vixion yang dikendarai korban yang sedang berboncengan," kata Agung.
Saat itu juga, lanjut Agung, mobil bus terbelok ke kiri jalan, selanjutnya menabrak bagian belakang sebelah kanan mobil pickup yang hendak didahuluinya.

Kemudian mobil bus berhenti di sebelah kiri jalan arah Tebing-tinggi setelah menabrak pohon.
Sedangkan mobil pickup oleng ke sebelah kanan jalan arah Medan, sehingga bagian belakang samping kanan pikap tertabrak sepeda motor Honda CB-150R bernopol BK 4463 XAN yang dikendarai oleh korban lain yang juga berboncengan.
"Yang naik CB mengalami luka-luka juga dan dilarikan ke rumah sakit Melati Perbaungan.Nama korbannya Buang (53) dan Fegita (23)," kata Agung.
Informasi yang dikumpulkan korban Suharianto tercatat sebagai warga Kabupaten Simalungun.

Sementara itu kekasihnya Irma Yunita merupakan warga Desa Sei Jenggi Kecamatan Perbaungan.
Belum diketahui secara pasti tujuan pasangan kekasih itu pada saat kecelakaan.
Namun demikian disebut-sebut Suharianto baru datang dari rumahnya karena baru saja ada acara antaran di rumah Irma.
(tio/dra/tribun-medan.com)