BKSDA Bikin Meriam dari Bambu dan Paralon Usir Harimau Sumatera yang Masuk Perkampungan
BKSDA minta masyarakat tidak melepasliarkan hewan ternaknya di dekat hutan. Masyarakat juga diminta tidak sendirian masuk ke hutan
“Sepanjang tahun 2020 kemarin, memang harimau ini sudah beberapa kali muncul di lokasi berbeda.
Ada sekitar empat sampai lima kali,” kata Seno.
Karena lokasinya yang berdekatan dengan permukiman masyarakat, Seno pun mengimbau agar hewan ternak milik masyarakat dimasukkan saja ke kandang.
Jangan dibiarkan berkeliaran di pinggir hutan. Karena bisa saja sewaktu-waktu harimau itu akan muncul kembali di perbatasan desa.
Sebab, kata Seno, perbatasan hutan dan desa itu masih merupakan wilayah jangkauan harimau.
Jangan Ganggu Habitat Satwa
Sekda Kabupaten Toba Audy Murphy Sitorus mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan BBKSDA terkait kemunculan harimau ini.
Katanya, pemerintah daerah bersama BBKSDA terus melakukan sosialisasi dan edukasi, agar masyarakat tidak terlibat konflik dengan harimau.
Audy juga meminta kepada masyarakat untuk tidak mengganggu habitat satwa.
Baca juga: Detik-detik Harimau Sumatera Terkam Dua Ekor Lembu Milik Warga di Bahorok
“Pertama masyarakat harus waspada. Kemudian, saya pikir bahwa masyarakat di sana jangan mengganggu habitat mereka,” kata Audy.
Dia mengatakan, karena permukiman warga berada di dekat kawasan hutan margasatwa,tidak tertutup kemungkinan ada persinggungan masyarakat di dalam kawasan hutan.
“Itu kan kawasan margasatwa. Jadi kita minta kalau bisa jangan diganggu,” kata Audy.
Jika hutan sampai rusak ataupun terganggu, dipastikan harimau akan mendatangi permukiman masyarakat.
Namun sekali lagi, kata Audy, masyarakat diminta berhati-hati dan tidak melepaskan ternaknya di pinggiran kawasan hutan.(cr3)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/seekor-harimau-sumatera-menerkam-dua-ekor-lembu-milik-warga-di-bahorok-sumatera-utara.jpg)