INILAH Shio Beruntung di Tahun Kerbau Logam, Simak Sektor Usaha yang Bersinar

Tahun-tahun kerbau logam sendiri telah berlangsung pada 1961, 1973, 1985, 1997, dan 2009, di mana terjadi setiap 12 tahun.

Tayang:
HO / Tribun Medan
Pakar feng shui Medan menyebutkan pada tahun kerbau logam ini ada empat shio yang akan beruntung. 

"Tahun ini juga harus tetap berhati-hati. Banjir dan kebakaran memang masih terjadi namun
intensitasnya tidak terlalu tinggi," kata Bames Anggono.

Dana Insentif Nakes RS Pirngadi Belum Cair Jadi Tanda Tanya Besar

Dosen USU Bukan Prioritas Vaksinasi Dapat Suntikan, Ini Kata Jubir Satgas!

Rezeki dan Kerja Keras

Tahun ini diprediksi akan membawa rezeki bagi seluruh dunia, namun ini bukan tahun yang mudah karena merupakan tahun pemulihan setelah tahun tikus pada 2020.

Bames mengatakan, kerbau dikenal sebagai hewan pekerja keras dan tangguh.

Tahun kerbau logam ini, bersifat "mau bekerja" sehingga memberikan banyak rezeki.

Ia mengatakan tahun kerbau emas ini juga pernah terjadi 60 tahun yang lalu tepatnya 1961.

Saat itu, ada suatu bencana alam namun tidak terlalu besar, masalah ekonomi juga "goyang" begitu juga masalah politik.

Dan di tahun kerbau logam ini, kata dia, memang membawa berkah rezeki tetapi "diganggu" pandemi ini.

"Tahun Kerbau emas akan membawa rezeki semua negara. Namun, karena masih diterpa pandemi Covid-19 semua berpulang kepada kebijakan negara masing-masing," katanya.

Khusus untuk perekonomian Indonesia, kata Bames, tetap berjalan dan naik sedikit. Namun, secara umum masih lambat di kisaran 50-65 persen.

Kenaikannya mulai terlihat nanti medio Juni hingga September 2021.

"Mungkin saat ini perekonomian masih berjalan sekitar 50 persen. Di Juni nanti akan naik 15 persen dan pada September kembali naik sekitar 10 persen sehingga menjadi jadi 75 persen," terangnya.

Akhirnya Rombongan Moge Lolos Ganjil Genap Ditangkap Polisi, Ini Identitas Para Pengendaranya

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan Texas Silalahi di Warnet Kawasan Sunggal Medan

Bisnis Properti Akan Bangkit

Di sektor bisnis, tambahnya, tampaknya properti sedikit bersinar karena daya beli masyarakat mulai bangkit sekitar 15 persen.

Karena, meski resesi, ekonomi di Indonesia belum terbilang krisis moneter seperti pada tahun 1997-1998.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved