Breaking News:

Pemkab Sergai Lirik Aset Deliserdang di Kota Tebing Tinggi, Luasnya 8.078 Meter

Saat ini Pemkab pun masih sedang melakukan kajian apakah memang layak aset tersebut dihibahkan ke Sergai atau tetap dipertahankan. 

TRIBUN MEDAN/INDRA
PEGAWAI Pemkab Deliserdang memasang patok dan plang di rumah dinas Camat Tebing Tinggi beberapa waktu lalu. Aset tersebut bukan milik Pemkab Serdang Bedagai namun milik Pemkab Deliserdang. 

TRIBUN-MEDAN.com, PAKAM - Pemkab Serdang Bedagai (Sergai) masih terus mengejar dan meminta asetnya kepada Deliserdang yang menjadi kabupaten induk setelah 17 tahun mekar.

Setelah aset PDAM Tirta Deli yang berada di tiga Kecamatan dikejar, saat ini Pemkab Sergai pun mengejar aset Deliserdang yang lain. 

Informasi yang dikumpulkan aset Deliserdang yang kini dilirik oleh Sergai yang keberadaannya berada di Kotamadya Tebing Tinggi dengan luas keseluruhan 8.078 m². Meski bukan di wilayah pemerintahannya sendiri namun selama ini memang sudah dikuasai oleh Pemkab Sergai karena dijadikan sebagai Kantor Camat Tebing Tinggi, rumah dinas Camat dan Kantor UPT Dinas Pendidikan. Ketiga aset itu berada di tiga titik yang berbeda dan lokasinya sangat strategis. 

Kantor Camat Tebing Tinggi dengan tanah seluas 4.244 m² tepat berada dipinggir Jalinsum dekat Simpang Beo yang berdekatan dengan Masjid Raya Tebing Tinggi, kantor Kejaksaan Negeri, Kantor BPN dan Polsek. Sementara itu rumah dinas camat Tebing Tinggi dengan tanah seluas 3.357 m² berada di pusat kota di Jalan Merdeka yang dekat dengan Polres Tebing Tinggi dan Pengadilan Negeri.

Kantor UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Tebing Tinggi tanah seluas 297 m² dekat dengan Kantor Pos dan Dinas Perpustakaan Kotamadya Tebing Tinggi.

Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Pemkab Sergai Rusmiani Purba membenarkan kalau mereka melirik aset ini.

Secara baik-baik Pemkab Sergai pun sudah menyurati Pemkab Deliserdang sebagai kabupaten induk.

Meski aset Deliserdang itu berada di Kotamadya Tebing Tinggi bukan di Kabupaten Sergai namun dirinya tetap berpatokan kalau itu adalah hak mereka karena dianggapnya sudah diatur dalam Undang-Undang nomor 36 tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Samosir dan Kabupaten Sergai di Provinsi Sumatera Utara. 

"Sesuai undang-undang 36 itu bahwa aset Deliserdang itu masuk ke Sergai dan diserahkan ke Sergai. Kebetulan saya ini ada acara tapi intinya seperti itu. Besok di kantor pun bisa nanti kita jelaskan karena bisa lihat dokumen juga. Besok sajalah kita ketemu," ucap Rusmiani Purba yang dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (14/2/2021).

Pemkab Deliserdang diketahui sudah menurunkan tim untuk memasang patok dan plang besi di tiga titik bangunan tersebut.

Halaman
12
Penulis: Indra Gunawan
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved