Jusuf Kalla:Tak Semua Masyarakat Membaca dan Menghafal UU ITE, Kasihlah Rambu-rambunya Lebih Ringkas

Menurutnya, tak semua masyarakat membaca UU ITE, sehingga diperlukan batasan rambu yang lebih singkat.

Editor: AbdiTumanggor
Rina Ayu/Tribunnews.com
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ikut menanggapi terkait wacana revisi UU ITE. 

"Agar penuh dengan sopan santun, agar penuh dengan tata krama, dan produktif," pungkasnya.

Ada Usulan Revisi UU ITE, Legislator NasDem: Fokus Pemberantasan Hoaks dan Ujaran Kebencian
Muhammad Farhan. 

Halnya dengan anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai NasDem Muhammad Farhan sepakat usulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk merevisi UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jika tidak memberikan rasa keadilan kepada masyarakat.

Fraksi NasDem, kata Farhan, terbuka pada ide merevisi UU ITE karena sudah berusia 13 tahun, saatnya disesuaikan dengan perkembangan zaman.

"Revisi UU ITE harus fokus pada pemberantasan hoaks dan ujaran kebencian, karena dua hal itu yg mengakibatkan misinformasi dan disinformasi yang merusak sendi-sendi persatuan Indonesia," kata Farhan kepada wartawan, Rabu (17/2/2021).

Farhan berpendapat, UU ITE harus menjadi pembatas sekaligus alat filter bagi pemberi kritik konstruktif agar tidak salah faham yang berujung pada ranah hukum.

"UU ITE bagaimanapun harus menjadi pagar dan otokritik bagi kita semua dalam memanfaatkan media digital sebagai media kebebasan berekspresi," katanya.

Selain itu, menurut Farhan, UU ITE yang baru harus mampu menjadi acuan bagi masyarakat yang aktif bermedia sosial tanpa menggunakan kata dan istilah yang merendahkan.

"Seharusnya kita semua bisa menjaga diri dalam menyampaikan kritik atau pendapat, tanpa menggunakan bahasa yang kasar. Penggunaan kata dan istilah yang merendahkan dan melecehkan bukanlah bagian dari kebebasan berekspresi," ujarnya.

Lebih lanjut, Farhan menilai pernyataan Jokowi tersebut sebagai ajakan bagi masyarakat untuk bersikap lebih dewasa dalam berdemokrasi.

"Maka saatnya sekarang kita kembali menjunjung nilai kebaikan yang luhur dan memikirkan kembali pilihan kata dan karya yang pantas untuk kita tampilkan di media digital," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Shella/Gita Irawan)(Kompas.com/Dian Erika Nugraheny tautan Artikel:JK Tanggapi Jawaban Istana soal Cara Kritik Pemerintah dengan UU ITE: Kasih Rambu yang Lebih Ringkas)

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved