Breaking News:

Mantan Pimpinan KPK Setuju Hukuman Mati Juliari Batubara dan Edhy Prabowo: Berikan Efek Jera

Mantan ketua KPK mendukung hukuman mati terhadap kasus korupsi yang dilakukan Juliari Batubara dan Edhy Prabowo.

tribunnews
Eks Menteri KPP Edhy Prabowo dan Eks Mensos Jualiari Batubara 

TRIBUN-MEDAN.com - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendukung penerapan hukuman mati kepada eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan eks Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

Reaksi ini terjadi lantaran korupsi yang dilakukan di tengah kondisi Indonesia dilanda bencana non-alam atau pandemi virus Covid-19.

Mantan Ketua KPK, Abraham Samad mengatakan penerapan Pasal 2 ayat 2 Undang-undang 31Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan ancaman paling berat hukuman mati dapat memberikan efek jera.

"Hukuman mati itu kan memberi efek jera ya. Sehingga orang tidak akan berani lagi melakukan tindakan-tindakan merugikan banyak pihak," kata Abraham Samad melalui keterangannya, Rabu (17/2/2021).

Menurut Abraham, Juliari Batubara dan Edhy Prabowo melakukan korupsi di tengah masyarakat kesusahan karena pandemi Covid-19.

Harusnya, sebagai perwakilan pemerintah, keduanya menyelesaikan masalah ini, bukan melakukan korupsi. 

Baca juga: Jusuf Kalla:Tak Semua Masyarakat Membaca dan Menghafal UU ITE, Kasihlah Rambu-rambunya Lebih Ringkas

Abraham Samad mengatakan, KPK harus mempertimbangkan usul yang disampaikan oleh Wamenkumham Edward Omar. Hal ini supaya orang tidak berani melakukan korupsi lagi.

Mantan Ketua KPK lainnya, Agus Rahardjo, meyakini tindak pidana korupsi yang diperbuat eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan eks Menteri Sosial Juliari Peter Batubara layak diganjar dengan hukuman mati.

Hal ini dikarenakan rentang waktu korupsi yang mereka berdua lakukan, terjadi saat Indonesia tengah dilanda bencana pandemi Covid-19.

"Undang-undangnya memungkinkan. Apabila syaratnya terpenuhi bisa diterapkan hukuman mati," kata Agus lewat pesan singkat, Rabu (17/2/2021).

Halaman
12
Editor: Tommy Simatupang
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved