Dukung Swasembada Daging, Pelni Proyeksikan Angkut Hewan Ternak 8.000 Ekor Tahun Ini

pemerintah juga tetap menugaskan Pelni untuk mengoperasikan satu unit angkutan ternak, KM Camara Nusantara 1.

Penulis: Liska Rahayu | Editor: Eti Wahyuni
HO / Tribun Medan
Hewan-hewan ternak dimasukkan ke KM Camara Nusantara 1 milik PELNI. PELNI memproyeksikan mampu membawa 8.000 ternak selama tahun 2021. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) kembali mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah untuk tetap mengoperasikan kapal tol laut di 2021.

Selain mengoperasikan sembilan kapal barang, pemerintah juga tetap menugaskan Pelni untuk mengoperasikan satu unit angkutan ternak, KM Camara Nusantara 1.

Pjs Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Opik Taupik mengatakan, pada Januari 2021 KM Camara Nusantara 1 mengangkut 675 ekor sapi dari wilayah Nusa Tenggara Timur menuju DKI Jakarta.

Baca juga: Perdana di 2021, Pelni Gelar Virtual Tour on Board ke KM Kelud

"Muatan kapal ternak pada Januari 2021 naik 40 persen dari target produksi yang telah Pelni tetapkan di bulan ini, sebesar 480 ekor," katanya, Rabu (24/2/2021).

Dikatakannya, perusahaan memproyeksikan KM Camara Nusantara 1 mampu membawa hingga 8.000 ekor hewan ternak menuju Jakarta sepanjang 2021. Dengan proyeksi tersebut diharapkan mampu mendukung kebijakan nasional untuk swasembada daging. 

"Proyeksi tahun 2021 meningkat 21 persen dari realisasi tahun sebelumnya, di mana pada 2020 Pelni telah mengangkut hingga 6.608 hewan ternak," tambahnya.

KM Camara Nusantara 1 merupakan kapal ternak pertama di Indonesia yang dibangun oleh pemerintah dan pengoperasiannya dipercayakan kepada Pelni.

Ia mengatakan, hadirnya kapal khusus ternak membantu menjaga kualitas hewan hingga pelabuhan tujuan. Hal tersebut karena kapal telah didesign dengan memperhatikan prinsip animal welfare yang dapat membantu meminimalkan penyusutan bobot ternak sebesar 8 - 10 persen serta mengurangi tingkat stress hewan selama masa pelayaran. 

Saat ini KM Camara Nusantara I melayani trayek Kupang - Waingapu - Tg Priok - Cirebon - Kupang. Adapun pengguna jasa kapal ternak yang dioperasikan oleh Pelni adalah BUMN, BUMD, koperasi daerah, mau pun badan hukum yang telah mendapatkan izin atau rekomendasi dari Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian dan Dinas Peternakan Daerah asal ternak.

"Bulan Januari kemarin, kapal ternak melakukan deviasi rute menuju Wini, Nusa Tenggara Timur karena terdapat permintaan dari dinas setempat untuk membawa muatan sebanyak 250 hewan ternak menuju Ibu Kota," ujar Opik.

Sebelumnya, pada tahun 2020 Pelni telah mengangkut sebanyak 6.608 hewan ternak yang dibawa dari Kupang, Waingapu, dan Surabaya.

"Tahun 2020 muatan hewan terbanyak diangkut Pelni dari Kupang menuju Jakarta, yakni sebesar 4.713 hewan," katanya.

Pelni sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak pada bidang transportasi laut hingga saat ini telah mengoperasikan sebanyak 26 kapal penumpang dan menyinggahi 76 pelabuhan serta melayani 1.058 ruas.

Selain angkutan penumpang, Pelni juga melayani 45 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah 3TP di mana kapal perintis menyinggahi 285 pelabuhan dengan 3.811 ruas.

Pelni juga mengoperasikan sebanyak 20 kapal Rede. Sedangkan pada pelayanan bisnis logistik, kini Pelni mengoperasikan 9 trayek tol laut serta 1 trayek khusus untuk angkutan ternak. 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved