Pilot Sinting, Bertaruh Daratkan Pesawat dengan Mata Tertutup, Keluar Landasan, 70 Orang Tewas

Tragedi penerbangan komersil paling konyol, pilot bertaruh daratkan pesawat dengan mata tertutup berujung petaka 70 orang tewas

Editor: Tariden Turnip
facebook
Pilot Sinting, Bertaruh Daratkan Pesawat dengan Mata Tertutup, Keluar Landasan, 70 Orang Tewas. Pesawat Aeroflot 6502 yang mengalami kecelakaan akibat pilot bertaruh dengan kopilot mendaratkan pesawat dengan mata tertutup 

Motif di balik keputusan kopilot untuk menerima taruhan itu tidak jelas, karena dia hanya bisa memenangkan taruhan dengan kehilangan nyawanya. Namun, hal itu bisa jadi dipicu oleh kewenangan sang kapten dan pengaruh yang dimilikinya terhadap para kru penerbangan.

Petugas SAR mengevakuasi jasad penumpang dari badan pesawat Aeroflot 6502
Petugas SAR mengevakuasi jasad penumpang dari badan pesawat Aeroflot 6502 (facebook)

Pada pukul 15:48, dan hanya beberapa menit dari landasan pacu, Kapten Kliuyev memerintahkan teknisi  pertama menutup jendela dengan menarik tirai.

Lalu dia mengambil kendali dan mulai menavigasi secara manual menggunakan instrumennya tanpa panduan visual dan lampu landasan pacu.

Pesawat terus turun. Teknisi penerbangan di belakang mereka mulai berkata bahwa permainan harus dihentikan.

Dia bersikeras agar tirai jendela depan pilot dibuka.

Kemudian, satu menit setelah mendarat, beberapa alarm berbunyi.

Lebih jauh lagi, pengatur lalu lintas udara (air traffic control) meminta pesawat untuk berbalik, tetapi Kapten Kliuyev mengatakan mereka akan baik-baik saja.

Beberapa saat sebelum mendarat, teknisi itu melompat ke depan kapten, membuka tirai.

Ternyata mereka sudah melewati landasan pacu. Tapi sudah terlambat. Mereka hanya beberapa meter dari tanah.

Roda mendarat di landasan pacu dengan kecepatan 280 km / jam.

Lebih buruk lagi, mereka berada di tanah yang tidak rata.

Sayap kiri robek dan pesawat terbalik.

Disusul ledakan sambil meluncur lebih dari dua ratus kaki sebelum berhenti.

Penumpang terjebak dalam kobaran api.

Akibatnya, 63 orang tewas dan 7 lainnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved