Pilot Sinting, Bertaruh Daratkan Pesawat dengan Mata Tertutup, Keluar Landasan, 70 Orang Tewas

Tragedi penerbangan komersil paling konyol, pilot bertaruh daratkan pesawat dengan mata tertutup berujung petaka 70 orang tewas

Tayang:
Editor: Tariden Turnip
facebook
Pilot Sinting, Bertaruh Daratkan Pesawat dengan Mata Tertutup, Keluar Landasan, 70 Orang Tewas. Pesawat Aeroflot 6502 yang mengalami kecelakaan akibat pilot bertaruh dengan kopilot mendaratkan pesawat dengan mata tertutup 

Kopilot Gennadiy Zhirnov bergegas untuk mulai membantu penumpang meskipun mengalami luka sendiri.

Dia akhirnya meninggal karena serangan jantung.

Pilot Aleksandr Klyuev selamat.

Mayat Bergelantungan dan Asap Pekat
Petugas pemadam kebakaran yang sedang bertugas di bandara tiba di lokasi dengan sangat cepat. Mereka hanya membutuhkan satu setengah menit untuk mulai menyelamatkan penumpang dari kobaran api dan asap yang pekat.

“Tidak semua orang mampu membayangkan gambar yang begitu mengerikan itu tanpa bergidik. Penampakan mayat dan bau daging terbakar yang menjijikkan membuat banyak anggota kami muntah. Pada saat yang sama, ada bau bahan bakar yang mencekik di kabin sehingga hanya mungkin bekerja dengan menggunakan masker gas,” ujar V Frygin, salah satu petugas pemadam kebakaran pertama yang tiba di lokasi kecelakaan.

Petugas pemadam kebakaran harus melawan api dan asap sambil mencari korban selamat di antara puing-puing dan mayat yang terbakar.

“Saat saya menerobos ke dalam pesawat melalui celah di lambung yang menghitam karena asap, saya segera melihat mayat-mayat tergantung di atas kepala saya, yang terikat di kursi oleh sabuk pengaman. Pesawat itu terbalik saat terjadi kecelakaan sehingga posisi kursi terbalik menjadi berada di bagian atas. Banyak mayat yang benar-benar telanjang, sementara beberapa mayat yang yang lain tidak bersepatu. Entah itu terkoyak oleh arus udara atau terbakar oleh api,” jelas Frygin, menceritakan pengalaman yang mengerikan itu.

Evakuasi korban dari badan pesawat Aeroflot 6502
Evakuasi korban dari badan pesawat Aeroflot 6502 (facebook)

Mayat berjatuhan menimpa para petugas pemadam kebakaran saat mereka menyisir pesawat terbalik itu untuk mencari korban selamat. Meskipun upaya heroik para petugas pemadam kebakaran berhasil menyelamatkan beberapa penumpang, kebanyakan dari mereka akhirnya meninggal kemudian.

Foto-Foto dan KGB
Polisi segera tiba di tempat kejadian dan menutup pesawat. KGB segera menyusul untuk memastikan detail mengerikan tentang kecelakaan itu tidak bocor ke publik, karena menyensor informasi adalah praktik biasa yang dilakukan Soviet.

Disela melakukan evakuasi, Frygin menyempatkan diri memotret pesawat yang terbakar.

“Saya tidak hanya menyeret mayat keluar dari pesawat tetapi, saya juga mencoba mengambil foto dari tempat kejadian sebanyak mungkin. Saya pikir, foto-foto itu nantinya akan sangat berguna untuk penyelidikan penyebab kecelakaan,” kata Frygin.

Namun, agen KGB di tempat kejadian menghentikan petugas pemadam kebakaran itu dan mengambil film dari kameranya. Untungnya, satu film yang telah digunakannya sebelumnya selamat. Frygin menyerahkan film itu ke rekannya dan menyuruhnya menyembunyikannya. Berkat Erygin, foto-foto kecelakaan itu berhasil disebar luaskan.

Pasca kecelakaan pesawat, para penyelidik menyimpulkan bahwa itu adalah murni kesalahan pilot: kapten telah melanggar peraturan penerbangan dan kopilot tidak mengambil tindakan untuk mencegah kecelakaan tersebut.

Selama persidangannya, Aleksandr Klyuev tampak sangat dingin dan tidak menyesal.

Aleksandr Klyuev bahkan mengatakan dalam kesaksiannya bahwa peristiwa itu semua karena taruhan.

Aleksandr Klyuev dihukum karena kelalaian berat dan melanggar setiap aturan utama sebagai pilot. Entah bagaimana dia hanya menerima hukuman 15 tahun dan dibebaskan setelah enam tahun. (russian beyond)

Sebagian artikel dikompilasi dari russian beyond berjudul: Taruhan Berujung Petaka: Aksi Sinting Pilot Soviet Daratkan Pesawat dengan Mata Tertutup

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved