Edy Rahmayadi tak Suka Atlet Banyak Mengeluh, Samakan Olahraga dengan Perang: Tidak Boleh Cengeng!

Puluhan mantan atlet nasional bertemu dengan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, di Rumah Dinas di Aula Tengku Rizal Nurdin, Kamis (18/3/2021).

TRIBUN MEDAN / ist
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi yang diwawancarai di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Medan, Selasa (26/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Sofyan Akbar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Puluhan mantan atlet nasional bertemu dengan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, di Rumah Dinas di Aula Tengku Rizal Nurdin, Kamis (18/3/2021).

Pertemuan itu sebagai agenda untuk memberikan motivasi kepada para atlet Sumut dari tahun 1980 hingga 2000 yang pernah menoreh prestasi di tingkat nasional dan internasional.

Edy dalam menyampaikan rasa bangga terhadap mantan atlet yang berkat kegigihan dan kerja keras di masanya.

Mantan Pangkostrad ini menganologikan pertandingan olahraga sama dengan pertempuran di medan perang. Ia menjelaskan persamaan pertempuran dengan olahraga mengutamakan hati dan mental. "Dan hal itu jugalah yang dihadapi para atlet," ujarnya.

Baca juga: 2 Laga Aroma Final Hasil Undian Perempat Final Liga Champions, Ajang Pembalasan Dendam Neymar

Baca juga: TIM Bulu Tangkis Indonesia Ngeluh tak Dapat Makan Siang dan Malam saat Karantina 10 Hari di Hotel

Dalam hidup ini, masih dikatakan Edy Rahmayadi, apalagi di masa sulit seperti sekarang ini yang dibutuhkan adalah nilai juang.

Edy meyakini bahwa hal itu ada pada patriot olahraga. Makanya, Edy kurang sependapat apabila ada mantan atlet yang mengeluh ini dan itu.

"Kalian punya jiwa patriot. Harus ada usaha dan motivasi. Tidak boleh cengeng. Jangan pernah menyerah kapanpun dan dimanapun. Tunjukkan kepada dan para junior kalian bagaimana mereka bisa menjadi seperti kalian sebagai juara," katanya.

Gubernur juga menyempatkan menunjukkan visualiasi mantan juara dunia cabor atletik, Derek Redmond yang saat laga final Olimpiade yang mengalami cedera otot.

"Meski terasa sakit, ia tidak menyerah dan mundur. Rasa sakitnya tidak ia hiraukan, karena yang paling sakit pada dirinya adalah tidak bisa menyelesaikan lomba. Karenanya dengan dipapah pelatihnya, ia mengitari sintelban menyentuh garis finis. Semangat tidak pernah menyerah ini harus ada pada diri kita semua," kata Gubernur Sumut ini.

Mantan atlet karate nasional, Janpiter Napitupulu memberikan stetmen dalam pertemuan dengan Edy Rahmayadi di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Kamis (18/3/2021).
Mantan atlet karate nasional, Janpiter Napitupulu memberikan stetmen dalam pertemuan dengan Edy Rahmayadi di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Kamis (18/3/2021). (Tribun Medan / Sofyan Akbar)

"Yakinlah, saya tetap perhatikan kalian. Bagi saya tidak ada istilah mantan atlet. Karenanya saya ingin kalian tetap berbuat sesuai kemampuan dan kalian miliki saat ini untuk Sumatera Utara tercinta," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis, mengatakan sudah memperkenalkan nama-nama mantan atlet. John juga berharap para mantan atlet ini nantinya tetap memberi sumbangsih untuk kejayaan dan peningkatkan prestasi olahraga Sumut, khususnya menghadapi PON XXI/2024 di Sumut-Aceh.

"Olahraga Sumut membutuhkan sport intelijen. Saya percaya para mantan atlet ini dapat melakoninya sekaligus menjadi talent scouting," kata John.

Dikatakan John, saat pertemuan kemarin, pihaknya juga sudah memaparkan kepada Gubernur Sumut terkait rencana jangka pendek dan jangka panjang KONI Sumut dalam menghadapi PON 2021 dan PON 2024 di mana Aceh-Sumut menjadi tuan rumah.

Baca juga: Ade Prasetyo Terpilih Menjadi Ketua PBSI di Muskot Medan: Saya Akan Terus Mencari Bibit Atlet

"Kita sudah meminta kepada Pak Gubernur agar atlet dan pelatih pelatda Sumut paling lambat April ini seluruhnya sudah dilakukan vaksin karena hal itu merupakan syarat untuk bisa ikut PON Papua," harap John.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved