TRIBUNWIKI
11 Situs Bangun Bersejarah di Siantar, Ada yang Sudah Berubah Bentuk
Kota Siantar memiliki situs bangunan-bangunan tua bersejarah yang masyarakat perlu ketahui.
Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
Baru pada tahun 1934, gedung ini dijadikan sebagai tempat penyelesaian perkara atau Kerapatan Na Bolon - yang menjadi cikal bakal Kantor Pengadilan Negeri.
3. RSUD Dr Djasamen Saragih

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Pematangsiantar didirikan pada tahun 1911 pada masa Kolonial Belanda.
Bangunan RSUD masa kini telah mengalami perubahan drastis dibanding bentuk pertama kali saat dibangun.
Nama rumah sakit kemudian berganti menjadi Dr Djasamen Saragih Pematangsiantar pada 23 April 2007 berdasar SK Menkes No 515/Menkes/SK/IV/2007.
Dr Djasamen Saragih sendiri merupakan putra pertama Simalungun yang berhasil menjadi dokter dan pernah mengabdikan dirinya di RSU Pematangsiantar.
4. Masjid Raya Pematangsiantar
Masjid Raya Pematangsiantar didirikan pada tahun 1911 yang dipelopori oleh Penghulu Hamzah, Tuan Syeh H. Abdul Jabbar Nasution, dr M. Hamzah Harahap dan Dja Aminuddin.
Lahan dari masjid ini merupakan hibah dari Raja Sangnaualuh pada tahun 1910.
Ketika awal berdiri, konstruksi bangunan masjid terbuat dari tiang kayu berdinding papan serta beratapkan daun nipah.
Di awal-awal, masyarakat Siantar menyebut masjid ini dengan sebutan Masjid Godang (Masjid Besar) dan adapula yang menyebutkan Masjid Jami.
Masjid kemudian mengalami renovasi mulai tahun 1927 dengan dana masyarakat.
Sampai saat ini, masjid yang berlokasi di Jalan Sipirok, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, terus mengalami perubahan dari bentuk awalnya.
Baca juga: Gerak Cepat Camat Medan Tembung Dukung Program Bobby Nasution, Normalisasi Selokan Kelurahan
5. Gereja HKBP Pematangsiantar
Pada tahun 1907, Pemerintah Kolonial Belanda memindahkan pusat pemerintahannya dari Perdagangan Tomuan ke Pematangsiantar.