TRIBUNWIKI
11 Situs Bangun Bersejarah di Siantar, Ada yang Sudah Berubah Bentuk
Kota Siantar memiliki situs bangunan-bangunan tua bersejarah yang masyarakat perlu ketahui.
Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
Seiring kebijakan tersebut, Pendeta Dr.LL Nommensen memindahkan Pendeta Edward Muller dari Pematang Bandar ke Pematangsiantar, pada tahun yang sama.
Di Siantar, mengingat banyaknya warga jemaat yang akan mengikuti kebaktian setiap Minggu, didirikanlah bangunan gereja di Jalan Gereja No.23, Kelurahan Kristen, Kecamatan Siantar Selatan pada tahun 1910.
Selanjutnya secara bertahap, sejak tahun 1927 gereja ini mengalami pemugaran terus menerus seiring pesatnya perkembangan HKBP di Kota Pematangsiantar.
Baca juga: Kerap Mimisan, Widuri Bagikan Tips Pertolongan Pertama untuk Mimisan: Tiba-tiba Udah Merah
Adapun beberapa bangunan lainnya yaitu :
6. Stasiun Kereta Api Pematangsiantar (Berdiri Tahun 1915)
7. SMA Negeri 4 Pematangsiantar (Berdiri Tahun 1917 bersamaan dengan SMP Negeri 1 Pematangsiantar)
8. Jembatan di Jalan MH Sitorus, Jalan Diponegoro, dan Jalan Sudirman (Berdiri Tahun 1920-an)
9 Balai Kota Pematangsiantar (Berdiri 1920)
10. Taman Hewan Pematangsiantar (Berdiri 1936)
11. Museum Simalungun (Berdiri 10 April 1939)
Baca juga: Paula Verhoeven Hamil Lagi saat Pandemi Covid-19, Takut Imun Turun, Begini Kisah Mereka
Kepada Tribun Medan, Kamis (25/3/2021) peneliti Jalatua Hasugian mengatakan tempo dulu, Kota Pematangsiantar merupakan pusat aktivitas masyarakat Kolonial Belanda.
Alhasil banyak situs bangunan bersejarah yang tinggal sampai saat ini, meskipun banyak yang berubah bentuk.
"Dulu sekeliling Siantar ini perkebunan. Jadi aktivitas masyarakat dan pemerintahan dilakukan di sini. Saat ini banyak yang sudah berubah bentuk seiring perkembangan zaman," ujar sejarawan yang juga dosen di Prodi Sejarah Universitas Simalungun ini.
(tribun-medan.com/Alj Magribi)