Breaking News:

Kepala BPPD Labura Terisak-isak di Persidangan, Keluarga Kena Sanksi Sosial 'Ayah Seorang Koruptor'

Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Kabupaten Labuhanbatu Utara, Agusman Sinaga menangis terisak-isak saat membacakan pledoi

TRIBUN MEDAN/GITA
Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Kabupaten Labuhanbatu Utara, Agusman Sinaga (kiri atas) saat mengikuti sidang secara daring di ruang cakra 2 Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (25/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Kabupaten Labuhanbatu Utara, Agusman Sinaga menangis terisak-isak saat membacakan pledoi (pembelaan) terhadap dirinya, yang terjerat tindak pidana korupsi di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (25/3/2021).

Dalam pledoinya, Agusman mengakui dan menyesali perbuatannya yang membantu atasannya, yakni Bupati Labura Nonaktif Khairudinsyah alias Haji Buyung, untuk menyuap sejumlah pejabat guna memuluskan anggaran pembangunan yang ada di Labura.

"Saya tulang punggung keluarga, punya dua anak yang masih SMA yang harus saya nafkahi," katanya sambil menangis di hadapan majelis hakim yang diketuai Mian Munthe.

Tangis Agusman pun pecah saat menuturkan penyesalan bahwa keluarganya mendapat sanksi sosial dari masyarakat, sebab memiliki ayah yang tengah terjerat kasus korupsi.

"Saat ini keluarga saya mendapat sanksi sosial, (karena punya) ayah seorang koruptor," katanya menangis tersedu-sedu.

Baca juga: Babak Baru Kenalan di Tempat Gym Berujung Perkara Zina, Saksi Beber Pelesiran ke Malaysia

Baca juga: Beredar Kabar Keretakan Rumah Tangga Hotma Sitompul dengan Desiree Tarigan, Ibunya Bams Samson!

Baca juga: Sambil Menangis Bacakan Pembelaan, Mantan Bupati Labura yang Lakukan Suap Akui Pernah Main Judi

Dalam pledoinya, Agusman juga memohon kepada majelis hakim agar menjatuhkan pidana penjara seringan-ringannya kepadanya.

"Mohon kepada Yang Mulia memberikan hukuman seringan-ringannya," pinta Agusman.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Budhi, menuntut Agusman menuntutnya dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan (18 bulan penjara, denda Rp 100 juta, subsidar 3 bulan kurungan.

Budhi menilai, Agusman terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 5 ayat (1) huruf-a UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

JPU mengungkapkan perkara tersebut bermula pada 26 Januari 2018 lalu, saat Yaya Purnomo menghubungi Puji Suhartono yang merupakan teman dekat Irgan Chairul Mahfiz dan Arief Fadhillah selaku Auditor BPK RI.

Ia meminta agar Puji dan Arief membantu pengurusan persetujuan RKA DAK APBN T.A. 2018, Bidang Kesehatan untuk pembangunan lanjutan RSUD Aek Kanopan, Kabupaten Labuhanbatu Utara yang masih belum disetujui oleh Kementerian Kesehatan RI.

Baca juga: Gebrakan Bobby Nasution dan Jejak Sejarah Jalan Tertua di Medan yang Akan Jadi The Kitchen of Asia

Baca juga: TERUNGKAP Motif Pembunuhan Driver Ojol di Binjai, Pelaku Kalah Judi Tembak Ikan

Selanjutnya pada Februari 2018, Terdakwa dan Yaya melakukan pertemuan dengan Puji, pada pertemuan itu.

Terdakwa dan Yaya menyampaikan bahwa RKA DAK APBN T.A. 2018 itu belum belum disetujui oleh Kementerian Kesehatan RI, sehingga apabila sampai bulan Februari 2018 tidak disetujui maka DAK APBN T.A. 2018 tersebut, tidak akan dapat dicairkan.

"Pada 22 Februari 2018, Terdakwa menghubungi Yaya menyampaikan bahwa H. Kharruddin Syah Alias H. Buyung sudah mengumumkan kepada masyarakat, bahwa Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara akan melakukan pembangunan lanjutan RSUD Aek Kanopan, padahal pada waktu itu RKA DAK APBN T.A. 2018 Bidang Kesehatan untuk pembangunan lanjutan RSUD Aek Kanopan Kabupaten Labuhanbatu Utara belum disetujui oleh Kementerian Kesehatan RI," kata JPU Budhi.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved