Breaking News:

Pante Jerman di Deliserdang, Aliran Sungai Hijau dan Bebatuan Yang Mempesona Mata

Bagi warga perkotaan yang ingin melepaskan penat dan menghirup udara segar pepohonan dan bermain air, tempat ini menjadi rekomendasi.

TRIBUN MEDAN/VICTORY
Sekelompok pemuda dari Kota Medan menghabiskan waktu bermain air di lokasi wisata pemandian Pante Jerman . 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hijau dan jernihnya air sungai akan menyambut saat mendatangi lokasi wisata pemandian Pante Jerman di aliran Lau Bakeri, di Desa Sampe Cita, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang

Sebenarnya pemandian Pante Jerman ini bukanlah sebuah pantai di tepi laut, namun warga menyebutnya Pante karena di pinggiran sungai dipenuhi pasir putih layaknya pantai.

Di lokasi tampak sepanjang mata memandang adalah pepohonan, hanya satu rumah milik warga di lokasi pemandian tersebut. Udara juga terasa sejuk. 

Baca juga: Dwi Arimbi Beber Pesaing Tangguhnya, Atlet Jatim dan Jogja yang Kini Dilatih Pelatih Asing

Air yang mengalir juga tampak disaring oleh bebatuan dan pasir sehingga terlihat jernih berwarna hijau. 

Bahkan, ada spot untuk melompat dari atas tebing bagi pengunjung yang menyukai aksi ekstrem.

Di lokasi ada beberapa tempat yang tempatnya airnya dalam asik untuk berenang, dan ada juga yang tidak dalam bagi yang suka bermain air dan membawa anak-anaknya.

Para pengunjung juga suka memanggang di lokasi ini karena luasnya lapangan yang ada bahkan ada yang bermain sepak bola.

Bagi warga perkotaan yang ingin melepaskan penat dan menghirup udara segar pepohonan dan bermain air, tempat ini menjadi rekomendasi.

Bahkan warga untuk datang kemari tidak perlu membayar retribusi apapun atau tidak dipungut biaya.

Sekelompok pemuda dari Kota Medan menghabiskan waktu bermain air di lokasi wisata pemandian Pante Jerman
Sekelompok pemuda dari Kota Medan menghabiskan waktu bermain air di lokasi wisata pemandian Pante Jerman (TRIBUN MEDAN/VICTORY)

Namun, masih banyak warga Kota Medan maupun Kota Binjai yang belum mengetahui lokasi ini dikarenakan lokasinya yang cukup terpencil.

Baca juga: Meriam Puntung, Peninggalan Sejarah Legenda Putri Hijau Yang Sampai Ke Karo

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Ayu Prasandi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved