Breaking News:

TEGAS, Bupati Poltak Sitorus Akan Singkirkan Ratusan Keramba di Danau Toba

Bupati Toba Poltak Sitorus memastikan akan membersihkan Keramba Jaring Apung (KJA) di perairan Danau Toba wilayah Balige dan Ajibata.

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Maurits Pardosi
Diskusi terkait Keramba Jaring Apung (KJA) yang dilaksanakan di Kantor Camat Balige pada Rabu (31/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Bupati Toba Poltak Sitorus memastikan akan membersihkan Keramba Jaring Apung (KJA) di perairan Danau Toba wilayah Balige dan Ajibata.

Untuk memulai program ini, pihak Pemerintah Kabupaten Toba mengumpulkan sejumlah pemilik KJA yang berada di Kecamatan Balige untuk membicarakan secara detail program pembersihan peraiaran Danau Toba dari KJA tersebut.

Dari penuturan Bupati  Poltak Sitorus, pihaknya telah mendata ada sebanyak 322 KJA yang berada di dua kawasan tersebut akan dibersihkan. KJA tersebut akan dibersihkan setelah mendapat titik temu pembicaraan dengan para pemilik KJA tersebut.

"Dengan demikian, zona Balige dan Ajibata harus kita clearkan, harus kita bersihkan sebanyak 322 KJA, di mana zona KJA tidak diizinkan. Terkait perekonomian, kita akan mengadakan pelatihan terkait usaha ekonomi dengan catatan kita sepakat dulu dalam pembersihan KJA ini. Kita tetap membudidayakan ikan dengan budidaya ikan di sawah," ujarnya saat dikonfirmasi oleh Tribunmedan.id, Kamis (1/4/2021).

Baca juga: Hotma Sitompul Seolah-olah Romantis, Ngaku tak Pernah Bosan, Habiskan Waktu di Kamar Bersama Desiree

Baca juga: Syamsul Arifin Muncul Jadi Penawar Tertinggi Lelang Buku ‘Lapangan Merdeka’, Gelontorkan Rp 20 Juta

Dalam diskusi yang digelar di Kantor Camat Balige pada Rabu (31/3/20210) sore hari, sejumlah pemilik KJA juga menyampaikan aspirasinya kepada Bupati Toba.

Dalam aspirasi tersebut terdengar bahwa pihak pemilik KJA menginginkan agar bibit yang kini sudah mereka tabur ditunggu hingga panen, sebelum KJA tersebut dibersihkan.

Patar Sipahutar, petani KJA yang berada di Kelurahan Napitupulu Bagasan menyampaikan bahwa pihaknya tidak memiliki tanah untuk bertani.

Ia terjun di bidang peternakan ikan dengan mendirikan KJA karena tidak ada pilihan lain.

Sementara modal untuk mendiriakan KJA tersebut sudah terlanjur dihabiskan.

“Kami sebagai petani, bagaimana dengan kami yang tidak punya tanah sendiri. Kini, KJA kami akan dibersihkan sementara modal kami sudah sempat masuk ke sana. Kami mohon agar bapak memperhatikannya. Kalau kami ditempatkan di kolam darat, tempat kami dimana sebab sumber airnya harus memadai,” ujarnya dalam pertemuan tersebut.

Baca juga: UPDATE Transfer - Lini Pertahanan jadi Sorotan, Manchester United Siap Boyong Bek Baru Asal Italia

Baca juga: Harga BBM di Sumut Naik, Pertamina Sebut Sesuaikan Pergub, Begini Respons Gubernur Edy Rahmayadi

Seorang petani yang lain, Adin Simangunsong, warga Desa Lumban Silintong menyampaikan bahwa bibit ikan telah mereka masukkan dalam KJA yang tengah mereka kelola.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved