Nikmati Suasana Tenang dan Sejuk di Dolok Nagok Palipi di Samosir
Dan tentunya, masa bermenung menyambut Paskah membuat lokasi ini digandrungi para pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
Bukan sebatas duduk, para pengunjung juga bisa mengitari kawasan ini dengan berjalan kaki dan seakan tinggal di sebuah perkampungan.
Baca juga: Kapolda Irjen Panca Simajuntak: Jumat Agung di Sumatera Utara Aman dan Kondusif
“Kenikmatan ini hanya bisa dirasakan para pengunjung yang ingin menikmati kedamaian. Di sini, kita bukan untuk belanja atau mendengar banyak suara. Di sini, kita menenangkan batin dan menunggu inspirasi.
Bahkan, saya kerap di sini untuk menunggu inspirasi bagaimana mengembangkan bakat yang saya miliki sebagai penari,” sambungnya.
Lokasi ini ternyata kerap digunakan pengunjung menjadi tempat berdoa.
Sebab, di kawasan tersebut terdapat sebuah bangunan berbentuk monstran dan Gua Maria, yang bagi umat Katolik hal itu menjadi lambang yang memperlihatkan sakralitas.
Dari berbagai sumber, Monstrans berasal dari sebuah kata dalam bahasa Latin yaitu monstrare yang berarti memperlihatkan atau mempertunjukkan.
Monstrans merupakan sebuah wadah yang digunakan untuk menyimpan sekaligus memperlihatkan Hosti Ekaristi yang telah dikonsekrasikan dalam upacara Adorasi Ekaristi atau Pemberkatan Sakramen Maha Kudus.
Baca juga: AMAN Tano Batak Minta Polisi Hentikan Kriminalisasi Terhadap Masyarakat Adat Natumingka
Desain Monstrans sebagai wadah Hosti umumnya menyerupai matahari. Ornamen dalam desain Monstrans pada mengalami perubahan sehingga memasuki era modern, desain Monstrans menjadi lebih sederhana tanpa ornamen yang berlebihan.
Material yang digunakan untuk membuat Monstrans sangat beragam, biasanya menggunakan perak, emas, atau logam mulia lainnya.
Saat Rumapea menyampaikan bahwa kawasan ini memang kawasan yang penuh berkah karena sesudah dari kawasan tersebut hatinya menjadi tenang dan penuh kegembiraan.
“Di Gereja Katolik khususnya di Indonesia, monstrans yang digunakan adalah monstrans yang bentuknya seperti matahari. Inilah yang membuat tempat ini menjadi lokasi penenangan batin.
Ini sangat tepat bagi setiap orang yang mencari ketenangan. Siapapun pengunjung tidak dipungut biaya retribusi. Bahkan, tempat ini akan semakin indah bila setiap pengunjung memang berniat mencari ketenangan,” pungkasnya.
(cr3/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kawasan-dolok-nagok.jpg)