Breaking News:

Nasabah Pegadaian Swasta Kebanyakan Mahasiswa, Gadaikan Barang untuk Bayar Uang Kuliah

Kebanyakan mahasiswa yang menggadai biasanya menggunakan pinjaman untuk keperuluan membayar biaya kuliah.

TRIBUN MEDAN/DIAN NUR UTAMA
Petugas di pegadaian swasta saat melayani nasabahnya, Selasa (6/4/2021). Menurut pihak pegadaian, yang paling banyak datang adalah mahasiswa.(TRIBUN MEDAN/DIAN) 

TRI BUN-MEDAN.com,MEDAN - Beberapa pegadaian swasta saat ini bisa memperoleh rata-rata sekitar 20 nasabah per hari. Kebanyakan nasabahnya berasal dari kalangan mahasiswa.

“Kalau dimisalkan rata-rata 20 nasabah per hari, bisa dibilang setengahnya itu dari mahasiswa, lainnya dari ibu-ibu, pekerja, aparatur negara pun ada,” ungkap Olina, Penaksir di PT Dotri Gadai Jaya, Jalan Williem Iskandar, Medan Tembung, Medan, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: Pegadaian Perpanjang Program Gadai Tanpa Bunga Hingga Juni 2021, Ini Syarat Pengajuannya!

Kebanyakan mahasiswa yang menggadai biasanya menggunakan pinjaman untuk keperuluan membayar biaya kuliah.

“Pas kita tanyak, jawabnya untuk biaya kuliah. Kalau dari kalangan ibu-ibu biasanya untuk biaya sekolah anaknya, ada juga untuk bayar utang,” ujar Olina. 

Hal sama diutarakan kasir dari pegadaian swasta lainnya.  “Kalau dari kalangan orang tua biasanya untuk kebutuhan sekolah anaknya karena terdesak, kalau yang anak kuliahan untuk bayar SPP (Sumbangan Pengembangan Pendidikan) gitu,” ujar Putri, Kasir di PT Graha Santika Gadai, di kawasan yang sama.

Ada pun barang yang banyak digadaikan oleh nasabah adalah jenis elektronik. Barang elektronik yang cukup banyak digadaikan yaitu handphone, laptop, televisi kemudian ada juga sepeda motor.

“Kalau dirata-ratakan dari 20 nasabah per hari, sekitar 14-15 orang menggadaikan HP, sisanya itu biasanya gadaikan laptop dan kamera, kalau TV dan sepeda motor jarang sih,” ungkap Putri. 

Namun ternyata, beberapa pegadaian swasta ini tidak menerima gadaian barang berharga jenis emas dan surat.

“Kami nggak terima emas, karena kami takut tertipu, di luarnya aja lapisan emas isinya bisa perak. Kalau misalnya nanti kami udah ada alat yang bisa mengecek sampai ke dalamnya memastikan bahwa itu emas 100 persen, baru bisa kami terima,” ujar Olina. 

Ketentuan yang sama juga diutarakan pegadaian swasta lainnya. 

“Kalau emas atau surat-surat berharga kami tidak terima, kami hanya menerima gadaian barang elektronik dan kendaraan bermotor,” ujar Putri.

Ada pun bunga yang dikenakan pegadaian kepada nasabah hanya disesuaikan dari jumlah uang pokok yang dipinjam, bukan dari nilai barang yang digadaikan. 

“Misalnya ada yang menggadaikan motor seharga Rp 15 juta minjamnya Rp 5 juta, kemudian ada yang menggadaikan barang seharga Rp 7 juta minjamnya juga Rp 5 juta, bunganya sama saja semua, karena ditentukan dari pokok yang dipinjam,” ujar Olina. 

Sementara itu, proses transaksi saat peminjaman hanya berlaku untuk tunai, karena beberapa pegadaian ini hanya memberikan pinjaman dalam bentuk uang tunai. Sedangkan untuk pelunasannya, nasabah bisa menggunakan transaksi tunai dan nontunai. 

“Untuk yang nontunai, terserah nasabahnya mau bayar menggunakan aplikasi apa saja, SMS banking bisa, transfer juga bisa, yang penting saldonya masuk ke rekening perusahaan dan ada buktinya,” ucap Olina.

Penulis: Dian Nur Utama Saragih
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved