Diculik untuk Dinikahi Secara Paksa, Gadis Cantik Ini Ditemukan Tewas di Dalam Mobil Karena Melawan
Seorang wanita ditemukan meninggal dunia setelah dia diculik untuk dinikahi secara paksa.
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
TRIBUN-MEDAN.com – Seorang wanita ditemukan meninggal dunia setelah dia diculik untuk dinikahi secara paksa. Wanita itu dibunuh setelah dia mencoba melawan para penculik.
Sebuah rekaman CCTV menunjukkan seorang perempuan berusia 27 tahun diseret secara paksa ke dalam mobil.
Baca juga: MEMALUKAN, Mahasiswa dan Alumni USU Kerjasama Jadi Bandar Narkoba, Beroperasi di Lingkungan Kampus
Wanita muda itu disergap oleh tiga pria dalam perjalanan pulang kerja dan didorong ke dalam mobil di Kyrgyzstan, beberapa jam sebelum dia ditemukan terbunuh dalam kasus penculikan pengantin.
Baca juga: Ternyata Hotman Paris Jadi Saksi Proses PDKT Desiree & Hotma,Sesalkan Hubungan Keduanya Sampai Retak
Rekaman kamera keamanan menunjukkan Aizada Karantbekova, 27, dikelilingi oleh ketiga pelaku sebelum mereka menangkapnya dan mendorongnya ke belakang Honda Civic merah di ibu kota Bishkek pada hari Senin.
Diketahui dia akan dinikahkan secara paksa.
Seorang pria terlihat menarik Karantbekova di seberang jalan, tetapi saat dia berjuang melawan cengkeramannya, pria lain berlari ke arahnya dan mengangkatnya dari tanah sebelum mendorongnya ke dalam mobil.

Seorang pria bertopi merah terlihat menunggu di dekat mobil dan membuka pintu agar Karanthbekova bisa dimasukkan ke dalam.
Dia kemudian lari ke kendaraan terdekat.
Dua pria yang tersisa masuk ke mobil yang plat nomornya terlihat jelas, kemudian pergi.

Polisi mengatakan tubuh Karantbekova ditemukan di belakang mobil di luar ibu kota dan dia telah diculik untuk menikah dalam kasus penculikan pengantin.
Pelaku penculikan dan pembunuh Kanatbekova diyakini pria berusia 36 tahun, juga ditemukan tewas. Polisi menambahkan bahwa mereka yakin dia bunuh diri.
Salah satu penculik lainnya ditahan oleh polisi, televisi pemerintah melaporkan hari ini.
Penculikan dan kematian Kanatbekova memicu sekitar 500 orang berdemonstrasi di ibu kota untuk menuntut pengunduran diri kepala polisi.
Para pengunjuk rasa mengangkat foto Kanatbekova sambil meneriakkan 'Memalukan!' di depan kementerian dalam negeri.
Mereka marah karena polisi gagal menemukan Karantbekova tepat waktu, atau tersangkanya, setelah penculikan itu tertangkap kamera dengan model mobil dan pelat nomor yang terlihat jelas.
