Kisah Whitney dan Pentingnya Sekolah Khusus Penyandang Autisme di Indonesia
Sama dengan kebanyakan anak normal lain, penyandang autisme juga perlu kasih sayang dan perlakuan baik dari lingkungan sekitar.
“Pada pakaian penyandang autisme, akan diberi tanda berupa pin beserta alamat dan nomor telepon yang bisa dihubungi apabila mereka tersesat,” kata Usli.
Apabila mereka melakukan hal-hal ganjil, seperti berteriak dan bertingkah aneh, masyarakat dapat maklum dan tidak merasa terusik.
Di samping itu, Usli mengungkapkan, kehadiran para penyandang autisme di tengah masyarakat sebenarnya dapat membantu mereka bersosialisasi dan berkomunikasi dengan baik.
Sebagai informasi, penelitian menyebutkan bahwa dari 100 kelahiran, satu anak di antaranya merupakan penyandang autisme. Jumlah mereka saat ini pun cukup banyak.
Hal inilah yang menurut Usli harus dimanfaatkan oleh pemerintah dalam membuka lapangan kerja. Idealnya, satu guru maksimal mendidik tiga anak autis. Karena itu, pemerintah perlu mempersiapkan para tenaga pendidik untuk berinteraksi dengan anak-anak dengan autisme.
Baca juga: Risiko Autisme Akibat Merokok Saat Hamil
Terlebih, dengan adanya sekolah-sekolah khusus penyandang autisme, para orangtua juga akan merasa terbantu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/keseruan-anak-anak-penyandang-autisme-di-sekolah-white-light-school.jpg)