Bolak-balik Ganti Lurah, Permukiman dan Kantor Lurah Terus Terendam Banjir dan tak Ada Solusi
Permukiman warga di Kelurahan Sempakata selalu banjir dan sampai sekarang tidak ada solusi dari pemerintah meski sudah gonta-ganti lurah
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Permukiman warga di Jalan Bunga Terompet, Kelurahan Sempata, Kecamatan Medan Selayang sampai saat ini rutin terdampak banjir.
Menurut warga, pada Rabu (14/4/2021) malam kemarin permukiman direndam air melebihi betis orang dewasa.
"Tadi malam banjir sekira jam 22.00 WIB lah. Kemudian mulai surut pagi tadi sekira jam 06.00 WIB," kata Sinurat, warga terdampak banjir, Kamis (15/4/2021).
Dia mengatakan, ketinggian air sekira 80 sentimeter.
Baca juga: Sungai Bedera Dilebarkan hingga 8 Meter, Solusi Entaskan Banjir di Medan Sunggal dan Helvetia
Bukan cuma permukiman warga saja yang terendam, Kantor Lurah Sempakata juga ikut terendam.
Amatan www.tribun-medan.com, di lokasi masih terlihat bekas banjir.
Lumpur pun masih menggenang di halaman rumah warga.
Menurut Sinurat, banjir ini sudah menahun terjadi.
Bahkan, setelah beberapa kali ganti lurah, banjir tak kunjung selesai.
Baca juga: Plt Walikota Binjai Hanya Umbar Janji, Warga Kesal Tak Terima Bantuan Bila Banjir Kerap Terjadi
Padahal, kata Sinurat, penyebab banjir ini lantaran sudah tidak ada lagi pembuangan air di permukiman warga.
Sementara air dari hulu seluruhnya mengarah ke areal tersebut.
"Ini sudah berapa kali ganti lurah pun tidak tampak ingin menangani banjir. Hampir lima tahun lebih. Tapi paling parah dua tahun ini, karena banyak bangunan yang berdiri di sekitar lingkungan warga," ujarnya.
Pembangunan di sekitar pemukiman warga membuat beberapa drainase yang sebelumnya ada jadi ditutup.
Baca juga: Korban Banjir di Binjai Kelaparan, Warga: Untung Puasa
Maka dari itu, banjir yang terjadi di lokasi erat kaitannya dengan munculnya bangunan di sekitar permukiman masyarakat.
Selain itu, warga menjelaskan telah beberapa kali memohon kepada pemerintah setempat untuk membangun drainase, tapi tidak direspon.