Breaking News:

Gunung Sinabung Kembali Erupsi Jumat Pagi, Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 1000 Meter

Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, kembali mengalami peningkatan aktivitas yang cukup signifikan.

Tribun-Medan.com/HO
Visual erupsi Gunung Sinabung, yang terjadi pada Jumat (16/4/2021) sekira pukul 08.57 WIB. Pada erupsi ini, Sinabung memuntahkan material berupa abu vulkanik setinggi kurang lebih 1000 meter dari puncak gunung. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, SIMPANGEMPAT - Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, kembali mengalami peningkatan aktivitas yang cukup signifikan. Terbaru, gunung api tertinggi di Sumatera Utara ini kembali mengalami erupsi pada Jumat (16/4/2021) pagi.

Saat dikonfirmasi, petugas pengamat Gunung Sinabung Armen Putra membenarkan peningkatan aktivitas vulkanik dari dalam perut Gunung Sinabung ini. Dirinya mengatakan, tadi Sinabung mengalami erupsi sekira pukul 08.57 WIB.

"Barusan sekira pukul 08.57 WIB, Sinabung kembali terpantau mengalami erupsi," ujar Armen.

Armen menjelaskan, pada aktivitas erupsi yang terjadi pagi ini Sinabung terlihat mengeluarkan material berupa abu vulkanik setinggi kurang lebih 1000 meter dari puncak gunung. Dirinya mengatakan, kolom abu berwarna kelabu pekat ini membumbung tinggi secara vertikal dan terlihat condong mengarah ke arah selatan dan barat.

"Untuk kolom abunya kita amati secara visual setinggi 1000 meter, dan tampak condong mengarah ke Selatan dan Barat," ucapnya.

Baca juga: INILAH Tampang Lucky Matuan Eks Prajurit TNI yang Membelot ke KKB Papua dan Perangi TNI

Baca juga: BREAKING NEWS, Puluhan Ibu Demo Buntut Pencabulan Murid SD oleh Oknum Kepsek BS, Minta Dipecat

Baca juga: Harga Emas Terus Meroket Saat Ramadan, Kini Mencapai Rp 935 Ribu per Gram

Amatan www.tribun-medan.com, pada saat erupsi ini kondisi Gunung Sinabung sedang tampak cerah. Di sekitar badan dan puncak gunung, terlihat tidak tertutup kabut atau awan. Sehingga, kolom abu yang muncul dari erupsi ini tampak membumbung tinggi tanpa ada hambatan.

Armen kembali mengatakan, pada erupsi kali ini pihaknya mencatat getaran yang timbul dari dalam perut Gunung Sinabung terekam di alat pendeteksi getaran atau seismogram dengan amplitudo maksimum 31 mm. Dengan durasi kurang lebih selama tiga menit.

Diketahui, hingga saat ini Sinabung tercatat cukup sering mengalami erupsi dengan ketinggian kolom abu yang beragam. Tentunya, kondisi ini menunjukkan jika aktivitas Sinabung masih terus fluktuatif dan dapat sewaktu-waktu berpotensi untuk kembali terjadi erupsi maupun awan panas guguran.

Dengan kondisi ini, Armen kembali mengimbau kepada masyarakat agar tidak memasuki zona merah yang telah ditentukan. Dirinya mengatakan, masyarakat juga diminta untuk selalu waspada akan bahaya yang ditimbulkan dari gunung.

(cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved