Pria Ini Minta Putus Karena Dimintai Uang Nikah Rp 1 M, tak Mau Pisah, Si Gadis Mohon-mohon di Kaki
Namun, tidak semua orang cukup beruntung untuk menikah dengan orang yang mereka cintai, karena hidup selalu mengandung banyak tantangan dan hal-hal ya
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
TRIBUN-MEDAN.com – Setelah menghabiskan waktu bersama menjalin kasih, setiap pasangan pasti ingin memiliki akhir yang indah dengan pernikahan yang bahagia.
Namun, tidak semua orang cukup beruntung untuk menikah dengan orang yang mereka cintai, karena hidup selalu mengandung banyak tantangan dan hal-hal yang tidak terduga.

Baru-baru ini, kisah pasangan yang saling mencintai selama 8 tahun, tetapi malah memilih berpisah karena keluarga gadis menuntut terlalu banyak uang untuk pernikahan membuat heboh kalangan netizen Tiongkok.
Melansir dari Eva.vn, Jumat (23/4/2021), sebuah insiden terjadi di sebuah lorong pejalan kaki di Kota Nghi Tan, Provinsi Sichuan, China.
Baca juga: Rumah Tangga Sule & Nathalie Holscher Diterpa Badai,Sule Minta Maaf,Ibu Tiri Putdel Pergi dari Rumah
Baca juga: Suami Sadis di Medan Sekap Istri 3 Hari, Dirantai Seperti Anjing dan Disiksa hingga Babak Belur
Seorang penjaga keamanan yang sedang berpatroli tiba-tiba melihat pasangan muda yang bertengkar di tempat itu.
Baca juga: Makin Kinclong Dicerai Ahok, Penampilan Veronica Tan Pancing Mata Netizen,Gaya Rambut Buat Terpesona
Melihat itu, sang penjaga berhenti untuk mendengarkan apa yang terjadi dan berniat untuk menghalani pertengkaran lebih besar lagi.
Namun, setelah mendengar situasinya dari belakang, si penjaga hanya mampu menggelengkan kepalanya.
Diketahui bahwa pasangan ini telah mengenal dan mencintai satu sama lain selama delapan tahun, bukan waktu yang singkat.

Setelah semuanya stabil, kedua belah pihak juga mempertimbangkan untuk menikah.
Namun, ketika pria itu datang ke rumah sang gadis untuk melamar, orangtua dan keluarga gadis itu memberikan tantangan yang terlalu sulit.
Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang Wanita Disekap, Leher Dirantai, Sekujur Tubuh Penuh Luka Tusuk dan Api Rokok
Mereka ingin pria itu membawa hadiah pernikahan sebesar 480.000 Yuan atau lebih dari Rp 1 miliar untuk menyetujui pernikahan itu berlangsung.
Baca juga: Sule Akhirnya Angkat Bicara, Tantang Paman Nathalie Buktikan Tudingannya dan Tahu Istrinya Hamil
Pemuda itu berkata bahwa jumlah ini terlalu besar untuk dia dan keluarganya karena mereka sama-sama tidak kaya.
Baca juga: Atta Halilintar Syok Positif Covid-19 untuk Kedua Kalinya, Awalnya Curiga Lihat Kondisi Aurel
Bahkan jika pria itu mengumpulkan semua tabungannya, dia hanya bisa mendapatkan sebagian saja.
Setelah dipikirkan kembali, pria tidak bisa berbuat apa-apa. Sehingga dia memutuskan lebih baik putus.
Dia berharap pacarnya bisa menemukan pria lain yang lebih baik.
Setelah mendengar kata-kata putus kekasihnya, gadis itu sangat patah hati dan tertekan. Dia segera berlari ke arahnya untuk memohon, sehingga membuat keributan di lorong pejalan kaki tersebut.
Di hadapan banyak orang yang lewat, gadis itu berlutut dan menangis. Dia meminta pacarnya untuk memikirkannya kembali.
“Cinta kita selama 8 tahun, bisa kau membuangnya begitu saja?” kata gadis itu.

Mendengar itu, pria tersebut juga merasakan sakit, karena dia tidak mau membuat kekasihnya marah, dia tetap bersikeras ingin putus dan menepis tangan kekasihnya itu.
Gadis itu berusaha memegang erat tangan pacarnya, menangis dan memohon kepada pacarnya.
Sementara itu, pria tersebut membantu kekasihnya untuk berjalan. Meskipun dia tidak mengatakan apa-apa, tapi air matanya mengalir di wajah.
Tidak jelas bagaimana cerita ini akan berakhir, tetapi dengan cepat menarik perhatian dan komentar beragam dari komunitas online China.
Baca juga: Hatinya Tersentuh Kebaikan Bantuan TNI, Anggota KKB Papua Sukarela Serahkan Senjata: Keluarga
Baca juga: Bak Yakin Jadi Menantu Jokowi, Kelakuan Nadya Arifta Bersama Pria Lain Bikin Geram: Malu Lihatnya
Baca juga: Hatinya Tersentuh Kebaikan Bantuan TNI, Anggota KKB Papua Sukarela Serahkan Senjata: Keluarga
“Tidak ada yang bisa disalahkan. Uang bukanlah segalanya, tetapi tidak ada yang bisa dilakukan tanpa uang.”
“Baik gadis itu atau laki-laki itu tidak ada yang salah, mereka berdua sangat mencintai satu sama lain dan tahu bagaimana memikirkan satu sama lain. Soal siapa yang tanggung jawab, salahkan saja orangtua sia gadis karena terlalu rakus.”
“Mengapa orangtua gadis itu tidak memgurangi jumlah uang pernikahannya? Selama delapan tahun kebahagiaan pria itu dan wanita itu hanya berubah karena uang. Menikahkan seorang putri bukan seperti menjual barang.”
(yui/tribun-medan.com)