KTT ASEAN Tak Berkutik, Myanmar Masih Mencekam, Junta Militer Lakukan Serangan Udara, Warga Tewas
Militer Junta Militer melancarkan serangan udara beberapa jam kemudian di desa-desa di wilayah yang dikuasai kelompok tersebut.
Persatuan Nasional Karen (KNU) menyerang dan menghancurkan pangkalan militer junta di dekat sungai Salween, negara bagian Karen yang berbatasan dengan Thailand.
Kemudian, junta militer membalas dengan serangan udara ke utara pangkalan.
Penduduk desa di perbatasan sudah meninggalkan rumah mereka.
"Tidak ada yang berani tinggal," katanya dalam pemberitaan Reuters.
Sebelumnya, Jenderal Senior junta Min Aung Hlaing menghadiri ke KTT ASEAN di Jakarta dianggap tak membantu menghentikan kekerasan. Sejumlah warga kembali tertembak oleh aparat di Mandalay.
Ketegangan juga terjadi di kota Loikaw. Pasukan keamanan menembaki penduduk yang menghalangi mereka menghancurkan barikade, terbuat dari karung pasir, dan menewaskan satu orang. Demonstrasi juga terjadi di Yangon. "Demokrasi adalah tujuan kami," teriak massa.
Sebelumnya junta mengaku puas dengan hasil KTT ASEAN. Mereka mengatakan akan mempertimbangkan saran konstruktif yang dibuat para pemimpin Asia Tenggara itu.
Lima poin disetujui di KTT itu, termasuk upaya perdamaian dan negosiasi kedua belah pihak bertikai. Sayangnya, tak ada pembebasan tahanan politik.
Sementara pihak Amerika Serikat (AS) menyebut KTT ASEAN menunjukkan tanda-tanda kemunduran. " KTT ASEAN tak berkutik di sini," ujar laporan Reuters.
Baca juga: Korban Rezim Militer atau Junta Myanmar Terhadap Warga Sipil Antikudeta Terus Bertambah
Artikel sebagian telah tayang di Kompas.com dengan judul:Kelompok Etnis Bersenjata Myanmar Rebut Pangkalan Militer di Dekat Perbatasan Thailand