Breaking News:

TRIBUNWIKI

Hendrik Kompres, Pedagang Buah di Kota Binjai yang Dijuluki Jenderal Buah

Hendrik menjelaskan kisahnya kenapa bisa dijuluki sebagai Jenderal Buah, saat bekerja sebagai pengantar buah.

TRIBUN MEDAN/SATIA
Hendrik Kompres (baju hijau) penjual buah, di Kampung Kloneng, Kelurahan Tanah Seribu, Emplasemen Kwala Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Senin (3/5/2021). 

TRIBUN MEDAN.COM, BINJAI- "Jika ingin sukses, jangan takut bersedekah atau berbagi dan selalu bersyukur berapapun yang didapat", sebut Hendrik Kompres penjual buah, di Kampung Kloneng, Kelurahan Tanah Seribu, Emplasemen Kwala Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Senin (3/5/2021).

Hendrik, adalah seorang penjual buah biasa, sama seperti pedagang yang lain.

Namun, ada yang unik di balik kesuksesannya.

Di mana, ia dijuluki sebagai Jenderal Buah, oleh orang-orang. 

Baca juga: Rasakan Makanan Khas Lintas Negara di Restoran Mutia Garden Medan

Singkat cerita, Hendrik menjelaskan kisahnya kenapa bisa dijuluki sebagai Jenderal Buah, saat bekerja sebagai pengantar buah.

Hendrik Kompres (baju hijau) penjual buah, di Kampung Kloneng, Kelurahan Tanah Seribu, Emplasemen Kwala Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Senin (3/5/2021).
Hendrik Kompres (baju hijau) penjual buah, di Kampung Kloneng, Kelurahan Tanah Seribu, Emplasemen Kwala Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Senin (3/5/2021). (TRIBUN MEDAN/SATIA)

Oleh atasannya, ia diberikan kepercayaan, untuk mengurus semua penjualan. Karena dengan kejujurannya, akhirnya si atasan bangga, dan menjulukinya sebagai Jenderal Buah. 

"Jadi sebenarnya julukan Jenderal Buah itu bukan karena aku juragan buah. Tapi karena bosku dulu yang mengkontrakku heran kepadaku.

Dia sempat takjub denganku, karena dinilainya aku jujur dan sering memberi kepada yang membutuhkan tanpa takut merugi.

Dari situ dia menjulukiku si Jenderal Buah dan nama itu kusandang serta kutulis di mobilku," ucap dia, sembari berjualan. 

Baca juga: Masjid Jamik Ismailiyah, Dibangun Tahun 1882, Tetap Kokoh dan Megah Hingga Kini

Dengan kejujuran ini, kata dia semua orang akhirnya percaya dan ikut memanggilnya Jenderal Buah.

Halaman
123
Penulis: Satia
Editor: Ayu Prasandi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved