TRIBUNWIKI
Hendrik Kompres, Pedagang Buah di Kota Binjai yang Dijuluki Jenderal Buah
Hendrik menjelaskan kisahnya kenapa bisa dijuluki sebagai Jenderal Buah, saat bekerja sebagai pengantar buah.
Penulis: Satia | Editor: Ayu Prasandi
Awal merintis usaha berjualan buah, tidak memiliki apapun.
Bahkan, kendaraan pun tidak dimiliki dan hanya memiliki sedikit uang untuk modal mengambil buah ke petani dengan menggunakan becak mesin yang disewa.
Baca juga: TEGA, Dua Orang Pelaku Pencurian Gasak Sepeda Motor Milik Jamaah yang Sedang Salat Tarawih
"Pertama-tama kali jualan beberapa tahun lalu, aku tidak memiliki apa-apa, hanya bisa menyewa becak. Becak kusewa dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.
Aku berusaha memanfaatkan waktu yang ada untuk mencari buah yang bermutu dan segar," terangnya.
Saat berjualan keliling, ia mengaku selalu ada saja yang menyetopnya, untuk meminta buah.
Tanpa memikirkan rugi atau untung, ia langsung membagikan buah tersebut kepada orang tersebut.
"Asal ada yang minta, aku kasih saja dan aku tak pernah berpikir untung atau rugi. Pokoknya ada yang minta dan menginginkan buah yang kubawa dan tidak memiliki uang, aku kasih.
Bahkan ada yang utang juga," ungkap dia kembali tersenyum.
Menurutnya, dalam hidup, yang perlu diutamakan, yakni kejujuran dan kesabaran. Dengan sifat ini, menurutnya seseorang tidak akan pernah kekurangan.
(Wen/Tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/hendrik-kompres-baju-hijau-penjual-buah-di-kampung-kloneng.jpg)