KISAH Mayor Jantje Kaya Raya dari Sarang Burung Walet, Ini Manfaatnya dan Harganya Per Kilogram

Pemerintah pun kini sedang gencar mendorong petani sarang burung walet untuk bisa memproduksinya.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
SARANG BURUNG WALET: Seorang pekerja menyortir sarang burung walet untuk diekspor dari Medan, Sumatera Utara, Selasa (10/3/2020) lalu. TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Disebutkan seluruh kebutuhan Mayor Jantje sebesar 3280 gantang beras (satu gantang setara 3,125 kilogram)  dalam sebulan.

Bahkan anjing Mayor Jantje saja perlu 28 gantang. 

Semua kekayaan itu didapat dari usaha sarang burung walet.

"Burung-burung walet Klapanunggal itu merangsang daya bayangannya, sesuatu yang terjadi ketika ia masih kanak-kanak," demikian Johan Fabricus menceritakan Mayor Jantje ketika masih anak-anak yang terpesona dengan sarang burung walet milik ayahnya.

"Suatu ketika ia ikut ke sumber harta yang tak pernah kering itu. Dengan menahan nafas, ia saksikan bagaimana pemetik-pemetik sarang itu meluncur turun ke bawah melalui tangga-tangga rotan, dikaitkan pada dinding karang yang terjal."      

Melalu kekayaan yang melimpah, saudagara kaya ini sering mengadakan pesta di rumahnya.

Salah satu jenis kesenian yang paling sering ditampilkan adalah tanjidor, perpaduan musik lokal Sunda, Betawi dan Belanda.

Para pemain diberi seragam, diberi tempat di rumahnya hanya untuk menghibur semata.

Sejarawan dari Universitas Indonesia (UI) Mona Lohanda ketika memberi kata pengantar terhadap buku ini menuliskan, "Barangkali inilah peninggalan Mayor Jantje paling berharga. Tradisi bermusik ini, di kemudian hari dikenal sebagai cikal bakal tanjidor, musik pengaruh Indo Belanda yang dikenal sebagai musik rakyat Betawi."

bisnis-saat-pandemi-ekspor-sarang-burung-walet-indonesia-meningkat
Ilustrasi sarang burung walet (Sumber: Tribunnews.com/Kompas.com)

Nilai Expor Sarang Walet Meningkat di Tengah Pandemi

Bahkan, di tengah ancaman pandemi Covid-19 ini banyak bisnis yang lesu dan terpuruk di Indonesia. Tapi tidak untuk bisnis ekspor sarang burung walet.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, di tengah wabah atau pandemi virus corona ini justru bagi Indonesia mengalami peningkatan ekspor sarang burung walet yang terbilang tinggi.

"Ini adalah anugerah dari Tuhan untuk kita, tanpa perawatan khusus walet memberikan sumbangan devisa negara dan pendapatan bagi petani," ujar Syahrul dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/1/2021) lalu, seperti dilansir Kompas.com, yang tayang di Kompas TV:Bisnis Saat Pandemi, Ekspor Sarang Burung Walet Indonesia Meningkat

Coba kita tengok data IQFAST Badan Karantina Pertanian (Barantan), selama masa pagebluk Covid-19, jumlah ekspor sarang burung walet mencapai 1.155 ton dengan nilai Rp 28,9 triliun. 

Jumlah tersebut meningkat 2,13 persen dari pencapaian di tahun 2019 yang hanya sebanyak 1.131,2 ton atau senilai Rp 28,3 triliun. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved