5 Makanan Khas Lebaran yang Sering Disajikan Masyarakat Kota Medan

Tentu untuk menikmati hari kemenangan, dalam tradisi masyarakat di Indonesia selalu dirayakan dengan beberapa hal.

Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Pedagang menyusun manisan buah di Pasar Petisah, Medan, Senin (27/5/2019). Manisan buah yang biasa disajikan pada perayaan Lebaran tersebut dijual Rp35.000 - Rp150.000 per kilogram. 

2. Ketupat

Ketupat
Ketupat (Tribunnews.com)

Ketupat adalah makanan berbahan dasar beras. Paling banyak ditemui pada saat perayaan lebaran Idul Fitri.

Bentuk pembungkus ketupat begitu identik. Ketupat biasanya dibungkus dengan pembungkus yang terbuat dari anyaman daun kelapa muda. 

Selain berbahan dasar beras, ada juga ketupat yang berbahan pulut. Nah, untuk yang satu ini rasanya sangat favorit sekali dan begitu terasa dilidah.

Bentuk ketupat pulut, sama seperti ketupat dengan isi beras. Tapi soal rasa, tanpa dipadu padankan dengan lainnya, ketupat pulut sudah begitu nikmat di makan.

Bagaimana tidak, rasanya yang legit serta adanya rasa asin dari santan yang berada di bagian luar pembungkus ketupat pulut, menjadikan rasa ketupat pulut begitu aduhai.

Tak heran, ketupat pulut yang disajikan oleh para saudara ataupun jiran tetangga,  selalu jadi buruan utama bagi para pecinta kuliner sewaktu lebaran.

Baca juga: Tak Mau Kalah, Anak Muda Indonesia Ciptakan Mata Uang Kripto Sendiri Bernama DisCas

3. Roti Jala

Roti jala
Roti jala (Int)

Roti Jala adalah makanan yang berbentuk jala atau jaring. Sering disebut dengan roti jala atau roti kirai. 

Makanan ini paling enak disantap bersama kuah kari kambing, kari ayam, atau kari daging sapi. 

Rasanya jangan ditanya. Karena Roti Jala sangat populer sebagai menu makanan Melayu dan India bahkan timur tengah. 

Baca juga: Iis Dahlia Buka Puasa Bersama Nissa dan Ayus Sabyan, Posisi Foto Langsung Jadi Sorotan

Di Indonesia, Roti Jala dikenal dengan makanan khas Riau dan Melayu Sumatera Utara dan sangat banyak variasi dan berbentuk unik. 

Walaupun Roti Jala dikenal di dataran pulau Sumatera.

Tapi pada awalnya, makanan ini berasal dari daerah timur tengah atau lebih tepatnya India.

Dalam penyajiannya, selain bisa dipadu padankan kuah kari kambing, kari ayam, atau kari daging sapi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved