Pemakaman Pendeta SAE Nababan

INILAH Pesan Terakhir Pendeta SAE Nababan Sebelum Meninggal

Sebelum mengembuskan napas terakhir, mantan Ephorus HKBP Pendeta SAE Nababan ternyata sudah memberikan pesan terakhir kepada keluarganya.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Jenazah mantan Ephorus Pendeta SAE Nababan disemayamkan di Gereja HKBP Sabungan Siborongborong, Selasa (11/5/2021).(TRIBUN MEDAN/MAURITS) 

TRIBUN-MEDAN.com, TARUTUNG - Sebelum mengembuskan napas terakhir, mantan Ephorus HKBP Pendeta SAE Nababan ternyata sudah memberikan pesan terakhir kepada keluarganya.

Pendeta SAE Nababan meminta agar jenazahnya kelak dibawa ke kampung halamannya di Siborongborong, Tapanuli Utara.

Hal itu disanggupi oleh keluarga dengan membawa jenazah almarhum ke rumah orang tuanya sebagai tempat pemakamannya.

Putra Nababan, anggota keluarga almarhum, menjelaskan bahwa jasad almarhum harus dimakamkan di kampung halamannya.

Putra Nababan adalah anak dari Panda Nababan, politikus senior PDIP. Adapun Padan nababan merupakan saudara kandung dari SAE Nababan.

"Dan pesan terakhir dari almarhum, kalau ia meninggal harus dimakamkan di Siborongborong, Tapanuli Utara," ujar Putra Nababan saat disambangi di areal pemakaman pada Selasa (11/5/2021).

Baca juga: Jejak SAE Nababan di Masa Konflik HKBP, Tak Gentar Hadapi Jenderal Rezim Orba

Dari keluarga, ia menyampaikan apresiasi kepada setiap orang yang memberikan warna tersendiri bagi hidup almarhum. Secara khusus, ia berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Taput.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Gereja HKBP dan masyarakat Tapanuli Utara. Pemerintah Tapanuli Utara yang telah menyertai kita dalam proses pemakaman dari amangtua kami, bapak kami, oppung kami Pendeta Dr SAE Nababan," ungkapnya.

Jenazah SAE Nababan dibawa dari Jakarta ke Taput untuk dimakamakan di pemakaman keluarga di Jalan Sisingamangaraja Nomor 139.

"Dan tentunya ini adalah kerinduan dari amangtua kami untuk kembali ke rumahnya, tanah kelahirannya untuk dimakamkan di sini," lanjutnya.

Baca juga: DETIK-detik Jenazah Pdt SAE Nababan Masuk ke HKBP Sabungan Siborongborong

Secara singkat, ia mengisahkan kehidupan almarhum yang meninggal sebagai seorang pendeta. Ia menyampaikan bahwa nama Pendeta SAE Nababan sudah mendapat tempat di berbagai lapisan masyarakat.

"Almarhum adalah seorang pendeta seumur hayatnya. Dan, sangat dicintai baik di Tanah Batak, Indonesia, maupun internasional. Tadi dari Ephorus HKBP, Pendeta Robinson Butarbutar kita mendengarkan betapa banyak surat," sambungnya.

Sebagai bukti pengenalan banyak masyarakat, Ephorus HKBP Pendeta Robinson Butarbutar membacakan sejumlah surat turut berbelasungkawa yang tertuang dalam beragam bahasa.

"Berbagai belahan dunia, baik itu dengan berbahasa Jerman, Inggris dan lain-lain yang dibacakan pada penghujung tadi. Ini memperlihatkan bagaimana mereka melihat peran dari amangtua Pendeta SAE Nababan," ungkapnya.

Sebagai seorang tokoh revolusioner, almarhum dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat tertindas.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved