Manisan Khas Binjai, Jadi Primadona Saat Lebaran, Kini Tembus Pasar Nasional
Dijelaskannya, buah-buah yang memiliki rasa asli asam, manis, hingga pedas itu diolah dengan waktu berlainan.
Selanjutnya, awak di rumah aja ngerjakannya. Reseller yang jual," ungkapnya.
Dijelaskannya, dia berjualan setiap hari secara online.
Dia memiliki reseller di Medan, Palembang, Pekanbaru, Kalimantan hingga Papua.
Menurutnya, penjualan secara online mengalami peningkatan.
"Tapi kalau online memang awak akuin meningkat. Di Covid ini penjualan online naik, meningkat, pengiriman meningkat. Door to door-nya kurang. Karena orang takut nerima reseller ke rumah, agak kurang," katanya.
Baca juga: Desa Batu Motor, Kampung Asli Masyarakat Batak, Ada Kumpulan Rumah Adat
Di antara mereka, ada yang datang berulang kali untuk mengambil pesanan manisan dari pemilik rumah, Keramaian itu terjadi setiap hari.
Satu di antaranya adalah Tari.
Saat itu, dia terlihat buru-buru setelah membawa beberapa kilogram manisan dari berbagai jenis buah untuk dijual kembali.
Dia sudah lama menjadi reseller manisan yang dibuat Watawalani Rangkuti.
"Iya, buru-buru soalnya ini pesanan orang harus cepat diantar. Nanti balik lagi. Rasanya renyah, rapuh. Enak aja itu dimakan," katanya sembari bergegas menuju sepeda motornya.
Reseller lainnya, Fitrianingsih mengatakan, pada masa lebaran ini biasanya dia hanya bisa menjual paling sedikit 100 kg.
Baca juga: Gojek dan Tokopedia Resmi Bergabung Sebagai Grup Teknologi Terbesar di Indonesia
Masa pandemi, menurutnya membawa berkah dengan hasil penjualan yang terus meningkat sejak sebelum ramadan.
Orang membeli sebelum lebaran atau di saat ramadhan sebagai bahan tester.
"Pandemi bisa sampai 250 kg. Tahun ini alhamdulillah biarpun masih pandemi malah meningkat dari reseller karena pengiriman bisa keluar kota, ke Palembang, Pekanbaru, Aceh, Subussalam.
Kemarin sampai ke Jawa TImur, Cilegon. Meningkatnya dari sebelum ramadhan untuk tester. Pucaknya saat sekarang ini, pas mau lebaran 200 persen meningkat," jelas Lani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/manisan-binjai-yang-kini-tembus-pasar-nasional.jpg)