Breaking News:

Manisan Khas Binjai, Jadi Primadona Saat Lebaran, Kini Tembus Pasar Nasional

Dijelaskannya, buah-buah yang memiliki rasa asli asam, manis, hingga pedas itu diolah dengan waktu berlainan. 

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa | Editor: Ayu Prasandi
HO
Manisan Binjai yang kini tembus pasar nasional 

"Buah gundur, pepaya, kecapung, mangga itu hanya makan waktu 2 hari aja. Yang lama itu bunga kates, asam glugur, pala, sama buah renda karena menghilangkan getah dan pahitnya," ujarnya. 

Watawalani Rangkuti menjelaskan, dirinya sudah memulai usaha sejak 9 tahun yang lalu dengan jumlah sedikit demi sedikit secara door to door. 

Hingga berlanjut dengan adanya orang yang mau menjualkannya. 

Baca juga: Ini 15 Dekan Universitas Sumatera Utara yang Baru Dilantik, Rektor Minta Bekerja Cepat

Semakin banyak permintaan, membuatnya hanya punya waktu untuk membuatnya di rumah dan reseller yang bekerja memasarkannnya secara luas. 

"Awalnya setiap mau lebaran, bingung mencari usaha. Untuk tambahan mau lebaran selalu kesulitan. Jadi mula-mula buat sikit. Datang door to door jumpai kawan, nawarkan.

Selanjutnya, awak di rumah aja ngerjakannya. Reseller yang jual," ungkapnya. 

Dijelaskannya, dia berjualan setiap hari secara online. 

Dia memiliki reseller di Medan, Palembang, Pekanbaru, Kalimantan hingga Papua. 

Menurutnya, penjualan secara online mengalami peningkatan. 

"Tapi kalau online memang awak akuin meningkat. Di Covid ini penjualan online naik, meningkat, pengiriman meningkat. Door to door-nya kurang. Karena orang takut nerima reseller ke rumah, agak kurang," katanya. 

Baca juga: Desa Batu Motor, Kampung Asli Masyarakat Batak, Ada Kumpulan Rumah Adat

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved