Manisan Khas Binjai, Jadi Primadona Saat Lebaran, Kini Tembus Pasar Nasional
Dijelaskannya, buah-buah yang memiliki rasa asli asam, manis, hingga pedas itu diolah dengan waktu berlainan.
Dalam merintis usahanya itu, Lani menjelaskan bahwa dirinya masih terkendala dengan transportasi.
Biasanya dia bisa mengirim melalui jasa pengiriman satu hari sampai, namun kini terpaksa harus ikut dengan kargo yang pengiriman memakan waktu lebih lama hingga 5 hari.
"Untuk jelang lebaran kemarin, lebih dari 1 ton ke Kalimantan, Palembang, Bengkulu, Medan, Pekanbaru, Medan, Papua. Baru kemarin (terkendala). Biasanya bisa lancar, dari terminal Binjai tak bisa lagi," ucapnya.
Dia berharap agar pandemi Covid-19 bisa segera berlalu dan bus (atau jasa pengiriman) tidak ditutup.
Baca juga: Menyusuri Sejarah Lobang Jepang, Tempat Menyeramkan di Bukittinggi
Pasalnya jika pengiriman keluar kota terhambat, maka orderan juga terkendala.
"Harusnya awak terima lagi orderan kan, akhirnya mereka berhenti karena tak bisa melalui bus. Mau lebaran ini pengiriman membludak.
Jadi terhambat. Harusnya 5 hari bisa lebih. Kalau ke Tebingtinggi, Siantar, Kisaran, masih bisa pake kargo kereta api," pungkasnya.
(mft/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/manisan-binjai-yang-kini-tembus-pasar-nasional.jpg)