NASIB Martaria Simbolon dan Ucok yang Terjebak Dalam Konflik Hamas - Israel

Perang 11 hari antara Israel dan Hamas di jalur Gaza Palestina telah merenggut nyawa setidaknya 230 warga Palestina dan 12 orang Israel.

Penulis: AbdiTumanggor | Editor: AbdiTumanggor
ISTIMEWA
MS (kiri) dan HL (kanan) karena diduga menghina Palestina. 

Konflik Hamas Palestina - Israel ikut menyeret netizen di Indonesia. Satu di antaranya di Bengkulu dan satu di NTB.

TRIBUN-MEDAN.COM - Perang 11 hari antara Israel dan Hamas di jalur Gaza Palestina telah merenggut nyawa setidaknya 230 warga Palestina dan 12 orang Israel.

Kini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pemimpin Hamas akhirnya menyepakati gencatan senjata pada Kamis (20/5/2021).

Reuters melaporkan gencatan senjata dilakukan oleh kedua belah pihak yang dimediasi oleh Mesir yang dimulai pukul 02.00 dini hari pada Jumat (21/5/2021) waktu setempat.

Namun, Hamas menyebut gencatan senjata sebagai "kemenangan bagi rakyat Palestina."

Pertempuran Israel - Hamas ini bermula ketika sejumlah keluarga Palestina diancam akan digusur dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem timur.

Pemukim Yahudi mengklaim properti itu dimiliki oleh orang Yahudi sebelum tahun 1948. Tapi penggusuran tersebut ditunda oleh pihak Israel untuk meredam situasi.

Memanasnya situasi setelah pasukan keamanan Israel kemudian membubarkan jamaah di masjid suci al-Aqsa.

Baca juga: Moeldoko: Sikap Pemerintah Terhadap Konflik Palestina-Israel Tidak Pernah Berubah

Baca juga: Israel Gempur Gaza Palestina 139 Orang Tewas, PM Israel: Belum Selesai

Hamas dan roket andalannya Qassam
Hamas dan roket Qassam (The Times of Israel)
Bom berpendorong roket buatan kelompk Jihad Islam Palestina. Roket bom ini dipakai untuk menyerang pasukan Israel di Khan Yunis pada 15 Mei 2021.
Bom berpendorong roket buatan kelompk Jihad Islam Palestina. Roket bom ini dipakai untuk menyerang pasukan Israel di Khan Yunis pada 15 Mei 2021. (HO)
Israel menghancurkan bangunan berlantai 14 di Gaza
Israel menghancurkan bangunan di Gaza (afp)

Dampak pertempuran Israel-Hamas ini ikut membuat netizen Indonesia terjebak di dalamnya media sosial (pro dan kontra) yang berujung pada penegakan hukum.

Siswi SMA di Bengkulu

Martaria Simbolon (MS) siswi SMA kelas XI di Bengkulu dikeluarkan (dipulangkan) oleh pihak sekolah setelah videonya viral yang diduga menghina Palestina di akun TikToknya.

Keputusan mengeluarkan MS dari sekolah tersebut berdasarkan hasil rapat Dinas Cabdin Pendidikan Wilayah VIII Kabupaten Benteng dan pihak sekolah.

Menurut Kepala Cabdin Pendidikan Wilayah VIII Kabupaten Bengkulu Tengah, Adang Parlindungan tindakan yang dilakukan MS sudah melanggar tata tertib yang ada.

"Keputusan ini kita ambil karena memang pihak sekolah sudah melakukan pendataan terhadap tata tertib poin pelanggaran MS. Dari data poin tata tertib tersebut diketahui kalau MS, poin tata tertib MS sudah melampaui dari ketentuan yang ada," kata Adang dikutip dari Antara.

Telah meminta maaf

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved