Breaking News

NASIB Martaria Simbolon dan Ucok yang Terjebak Dalam Konflik Hamas - Israel

Perang 11 hari antara Israel dan Hamas di jalur Gaza Palestina telah merenggut nyawa setidaknya 230 warga Palestina dan 12 orang Israel.

Penulis: AbdiTumanggor | Editor: AbdiTumanggor
ISTIMEWA
MS (kiri) dan HL (kanan) karena diduga menghina Palestina. 

"Anaknya sangat tertekan, merasa bersalah sehingga tidak beraktivitas. Dia (MS) diajak komunikasi masih agak kurang. Artinya dalam masalah ini dia sangat tertekan begitu juga dengan orang tua. Dia (MS) sekarang syok," kata Kepala SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah, Eka Saputra saat konferensi pers, Kamis (20/5/2021).

Eka menegaskan, MS tidak dikeluarkan dari sekolah pasca kejadian tersebut.

Namun, kata Eka, pihak sekolah menerima surat pernyataan pengunduran diri dari orang tua siswi tersebut. Surat pernyataan tersebut dibubuhi tandatangan dan diperkuat dengan materai.

 "Saat ini karena masih covid 19 ananda tersebut dikembalikan dahulu ke orang tuanya untuk dibina, kami khawatir psikisnya terganggu dengan pemberitaan begitu besar," kata Eka.

Siswi di Bengkulu dikeluarkan dari sekolah lantaran menghina Palestina.
Siswi di Bengkulu dikeluarkan dari sekolah lantaran menghina Palestina. (Kompas.TV)

Eka menegaskan, pihak sekolah tetap membantu semaksimal mungkin, sehingga tidak ada putus sekolah. Siswi tersebut, kata Eka, tetap akan bersekolah di mana pun tempat yang diinginkan. 

"Kami tetap membantu semaksimal mungkin sehingga tidak adanya putus sekolah. Anak ini tetap akan bersekolah di mana pun tempat yang diinginkannya," kata Eka.

Dia pun meminta kepada masyarakat untuk tidak lagi menghujat siswinya tersebut.

"Jadi, atas nama pribadi dan lembaga, saya mohon kepada masyarakat Indonesia, khususnya Bengkulu agar tidak lagi mengungkit-ungkit masalah ini di mana pun. Cukuplah ini jadi pembelajaran bagi kami bagi kita semua," kata Eka.

Kepala SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah Eka Saputra mengklarifikasi bahwa pihaknya tak pernah memberhentikan siswi yang menghina Palestina di TikTok.
Kepala SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah Eka Saputra mengklarifikasi bahwa pihaknya tak pernah memberhentikan siswi yang menghina Palestina di TikTok. (KOMPAS.com/FIRMANSYAH)

Seorang Pria di NTB Ditangkap

Selain siswi MS, kasus video viral lainnya  seorang pria diduga menghina Palestina telah ditangani anggota Mapolres Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kasubbag Humas Polres Lombok Barat AKP Agus Pujianto pun meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tak terprovokasi.

“Kasusnya sudah kami tangani dan sedang didalami sehingga diimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing oleh isu-isu yang ingin memperkeruh situasi di Lombok Barat yang kondusif ini,” kata Agus, Minggu (16/5/2021).

Sementara itu, menurut penjelasan Kasat Reskrim Lombok Barat AKP Dhafid Shiddiq, pria di video TikTok tersebut berinisial HL (23) alias Ucok.

Pria itu tercatat warga Kecamatan Gerung, Lombok Barat.

HL mengaku, video itu dibuat saat senggang dan hanya untuk iseng.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved