Breaking News:

Pengendara Adu Mulut Dengan Polisi saat Dipaksa Ikut Rapid Antigen, Takut Alat Bekas

Seorang pengendara mobil terlibat adu mulut dengan petugas yang berjaga di pos penyekatan Meranti. Pengendara tak mau ikut rapid test antigen

Penulis: Alif Al Qadri Harahap
Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI
Pengendara mobil Ima Melati sempat adu mulut dengan polisi karena tak mau ikut rapid test antigen, Sabtu (22/5/2021). Ima khawatir alat yang dipakai bekas.(TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI) 

TRIBUN-MEDAN.COM,KISARAN--Pengendara mobil yang hendak menuju ke Kota Kisaran terlibat adu mulut dengan polisi yang berjaga di Pos Meranti, Sabtu (22/5/2021).

Pengendara wanita bernama Ima Melati tersebut menolak dipaksa ikut melakukan rapid test antigen.

Alasannya, Ima Melati khawatir alat test yang digunakan tidak sesuai standar.

Dia khawatir kesehatannya malah terganggu bila asal-asalan ikut rapid test antigen yang alatnya tidak diketahui. 

Baca juga: KAI Sumut Bawa 1.005 Penumpang Selama Penyekatan Mudik Lebaran, Sekitar 557 Gagal Berangkat

"Kami pakai hand sanitizer dan masker, kenapa harus dirapid lagi? Kan kami sehat saja," kata Ima Melati pada polisi, Sabtu.

Mendengar hal itu, Kasat Lantas Polres Asahan AKP Jodi Indrawan kemudian meminta Ima Melati putar balik jika tidak mau ikut rapid test antigen.

Meskipun masih ragu terhadap rapid tes tersebut, akhirnya Ima Melati menuruti permintaan polisi. 

"Baru inikan pak? Jangan bekas-bekas," katanya. 

Saat di wawancarai www.tribun-medan.com, Ima Melati mengaku takut diswab ataupun rapid sejak adanya pengungkapan kasus alat swab bekas. 

Baca juga: Pengelola Bus Sejahtera Protes Minta Sediakan Posko pengecekan Rapid Tes di Terminal Amplas

"Di satu sisi sakit, dan di sisi lain gara-gara isu yang ada di bandara kemarin," kata Ima Melati

Berkaitan dengan hal ini, AKP Jodi Indrawan mengatakan sudah ada 17 kendaraan yang melakukan rapid test antigen dengan cara drive thru

Jodi mengatakan, langkah ini diambil guna mengantisipasi penularan Covid-19.

"Alhamdulillah dari 17 kendaraan tersebut, seluruh pengemudi dan penumpangnya negatif dari Covid-19," kata Jodi.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat yang ingin melakukan perjalan ke luar kota untuk melengkapi dokumen perjalanan dan surat pernyataan bebas Covid-19.(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved