INILAH 5 Fakta Pembunuhan Sadis Janda di Sei Bamban Sergai, Pelaku Ternyata Orang Dekat

Seorang wanita renta yang sudah janda dan tinggal sendirian di rumahnya menjadi korban pembunuhan sadis.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / ist
Polisi melakukan olah TKP penemuan jasad seorang janda di rumahnya, Dusun I, Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai. 

Masturi Br Sianipar tewas akibat pendarahan hebat pada bagian kepala. Dokter Forensik RSUD Sultan Sulaiman, dr Abdul Gafar Parinduri S.PFM mengatakan, selain pada bagian kepala juga ada luka di bagian tengkuk. 

"Akibat benda tumpul dan juga benda tajam. Pada bagian kepala kena benda tumpul dan tengkuk ada luka tusukan. Ada dua lubang," kata dr Abdul Gafar, Kamis (20/5/2021). 

Ia mengatakan, ada lebih dari dua titik bekas hantaman benda tumpul di kepala nenek berusia 65 tahun itu. Karena luka yang dialami ia pun kemudian lemas dan meninggal. "Penyebab kematiannya akibat pendarahan hebat. Mati lemas kemudian," kata dr Gafar. 

Ia memperkirakan korban telah tewas lebih dari dua hari sebelum akhirnya jenazah dievakuasi oleh polisi. Kesimpulan ini sesuai dengan pengamatan larva atau ulat yang terdapat di tubuh korban. 

Baca juga: Pihak KPUD Sergai Bakar Dokumen Kasus Dugaan Korupsi, Nilai Korupsi Rp 36,5 Miliar

4. Pelaku Ternyata Orang Dekat

Dua hari pascapenemuan jasad Masturi Br Sianipar, kepolisian berhasil menangkap pelaku pembunuhan yang ternyata orang dekat korban.

Pelaku diketahui bernama Rizal, warga Desa Pon Kecamatan Sei Bamban. Pelaku sering datang ke rumah.

Rizal ditangkap di daerah kawasan Kabupaten Dairi, Jumat (21/5/2021) pagi. Ia melarikan diri setelah menghabisi nyawa korban dan mengambil harta benda korban.

Keluarga korban mengaku kenal baik dengan sosok Rizal. Pihak keluarga pun tidak menyangka bahwa pelakunya adalah tetangga sendiri.

Korban dan pelaku memang berasal dari desa yang berbeda. Namun, rumah keduanya berdekatan. 

"Rizal itu sudah kami anggap saudara sendiri," ucap anak laki-laki korban yang tidak mau menyebutkan namanya.

"Istri si Rizal itu sudah dianggap cucu. Saya dari Duri (Provinsi Riau) begitu dapat kabar langsung datang kemarin itu. Tetangga sini yang menelepon saya, makanya tahu," katanya.

Baca juga: Kejari Sergai Cium Aroma Korupsi Dana Hibah 36,5 M yang Dilakukan KPU 

5. Anjing Tak Menggonggong Saat Pembunuhan

Para tetangga korban juga mengenal Rizal, pelaku pembunuhan nenek Masturi br Sianipar. "Kami tahu juga. Rizal itu sering disuruh-suruh oleh korban. Ya kadang bersihkan parit, ya macam-macamlah," ucap tetangga korban, Dani, Jumat (21/5/2021).

Dani mengatakan, pada malam kejadian pembunuhan tidak mendengar suara yang mencurigakan dari rumah nenek Masturi Sianipar.

Anjing peliharaan korban juga tidak menggonggong pada waktu itu. Ini, kata Dani, kemungkinan karena anjing itu juga mengenal sosok pelaku. "Ya karena pelakunya sering datang makanya anjingnya enggak bunyi. Sering lah pokoknya Rizal ini datang. Bisa dibilang memang tukang bantu-bantu di rumah korban," katanya. 

(dra/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved