Ekspose Kasus Pembunuhan Guru SD

TERNYATA Otak Pembunuhan Guru SD di Toba Masih Berusia 15 Tahun, Begini Perannya

Tersangka yang menjadi otak pelaku pembunuhan guru SD di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, ternyata masih sangat belia berumur 15 tahun.

Tayang:
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/HO
Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya menyampaikan keterangan seputar kasus pembunuhan guru SD Marta boru Butarbutar, Jumat (28/5/2021) di Mapolres Toba. 

"Kemudian tersangka JH memandu jalan menuju rumah korban melalui pematang sawah," lanjutnya.

Setelah tiba di belakang rumah korban, para tersangka mengatur posisi.

"Tersangka DN berada di sudut belakang rumah memantau kondisi antara belakang rumah korban dan samping kanan rumah korban. Sedangkan untuk tersangka YPT memantau di sisi rumah korban. Untuk JH lah yang langsung menuju jendela dan langsung mengeluarkan sebilah pisau dari pinggangnya yang dibalut dengan menggunakan kain putih," sambungnya.

Lalu, tersangka Junanda Hasibuan masuk ke dalam rumah.

Saat itu kondisi rumah korba gelap gulita. Lampu kamar dan ruang tamu dalam kondisi mati.

Sebelum Junanda Hasibuan mencari benda apa yang dicuri, korban langsung menyalakan lampu ruang tamu dan berteriak.

"Korban teriak 'maling' saat tersangka JH terlihat. Pisau yang ada di tangan tersangka JH langsung ditusukkan ke tubuh korban," tuturnya.

Korban Marta boru Butarbutar akhirnya terjatuh. Saat bersamaan, korban juga melakukan perlawanan.

"Lalu, tersangka JH memanggil temannya tersangka YRT. Tersangka YRT langsung masuk melalui jendela yang mereka buka. Kemudian, mendapati korban sudah bersimbah darah dan melakukan perlawanan. Akibat dari teriakan korban, YPT langsung menutup paksa mulut korban dengan kain putih," lanjutnya.

Bukan hanya itu, tersangka YRT juga menekan kuat leher korban.

Baca juga: Gagal Gadai Hasil Curian di Parmaksian, Trio Pembunuh Guru SD Marta Butarbutar Cair di Laguboti

Kedua tersangka pembunuhan guru SD sedang digiring setelah konferensi pers di Mapolres Toba pada Jumat (28/5/2021).
Kedua tersangka pembunuhan guru SD sedang digiring setelah konferensi pers di Mapolres Toba pada Jumat (28/5/2021). (Tribun-Medan.com/MAURITS PARDOSI)

Setelahnya, tersangka JH kembali menusuk korban hingga korban benar-benar tidak berdaya.

"Setelah tidak berdaya, dan benar-benar tidak ada pergerakan, tersangka YPT membuka pintu rumah korban dan langsung melarikan diri, tanpa membawa benda yang mulanya ingin mereka curi," ujarnya.

Gadai Motor

Tiga tersangka kemudian melarikan diri ke Simangkok, Kecamatan Parmaksian untuk menggadai sepeda motor yang mereka pakai.

Diperkirakan uang gadai sepeda motor ini hendak dipakai untuk biaya melarikan diri keluar dari Toba.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved