Breaking News:

Disdik Sumut Siapkan PPDB Tingkat SMA/SMK, Gubernur : Belajar Tatap Muka Tergantung Situasi

Adapun target siswa yang akan diterima tahun ini untuk SMA sebanyak 92.377 dan SMK sebanyak 61.680 atau total 154.057 siswa. 

Penulis: Mustaqim Indra Jaya11 | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Gubernur Sumut edy Rahmayadi minta Forkopimda menyekat jalur tikus yang jadi pintu masuk ke Sumut.(TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Utara melakukan persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang tingkat SMA/SMK Negeri dengan sistem daring.

Direncanakan PPDB tersebut akan dimulai pada 7 Juni 2021 mendatang.

Kepala Disdik Sumut Syaifuddin menyampaikan, persiapan PPDB telah dilakukan setelah menerima banyak masukan dari berbagai pihak, termasuk DPRD dan pemerintah kabupaten/kota.

Tujuannya agar persyaratan pendaftaran yang tidak membuat calon pendaftar kesulitan.

Di antaranya soal jalur khusus seperti afirmasi yang diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, anak panti asuhan, atau anak dari tenaga kesehatan yang meninggal dunia dalam penanganan covid-19 serta penyandang disabilitas.

Begitu juga jalur perpindahan orangtua, yang akan dipastikan kebenarannya.

“Pak Gubernur minta kita hati-hati, karena pengalaman yang lalu ada beberapa catatan yang harus kita perbaiki," katanya Syaifuddin, Kamis (3/6/2021).

Baca juga: Pelatih PSMS Jagokan Tim Peringkat 1 FIFA Berjaya di Euro 2020

Lalu, target penerimaan pada tahun ajaran baru 2021-2022, dari 18 cabang Disdik di Sumut, jumlah SMA sebanyak 472 dan SMK 270.

Adapun target siswa yang akan diterima tahun ini untuk SMA sebanyak 92.377 dan SMK sebanyak 61.680 atau total 154.057 siswa. 

Sedangkan untuk rombongan belajar (rombel), ditargetkan sebanyak 2.559 untuk SMA dan 1.726 untuk SMK.

“Informasi PPDB 2021 Dinas Pendidikan Provisni Sumatera Utara, masyarakat dapat mengunjungi https://ppdb.disdik.sumutprov.go.id," ungkapnya.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan Disdik Sumut sudah menyiapkan sejumlah skema penerimaan berdasarkan beberapa jalur, yakni untuk SMA, jalur zonasi paling banyak 50 persen, jalur afirmasi 15 persen, jalur perpindahan orangtua 5 persen, dan jalur prestasi 25 persen.

"Sedangkan untuk jenjang SMK Negeri jalur pendaftaran disiapkan untuk zonasi 10 persen, jalur afirmasi 20 persen, jalur perpindahan orantua/wali 5 persen serta jalur prestasi 65 persen.

Baca juga: Pajero Terjun ke Danau Toba, Kasatlantas : Jangan Terlena Kemulusan Jalan

Persentase ini berbeda, karena jumlah sekolah kejuruan tidak tersedia di setiap kecamatan seperti SMA," jelas Edy, Kamis.

Sementara, terkait belajar tatap muka di Tahun Ajaran Baru 2021-2022, Gubernur Edy masih melakukan berbagai pertimbangan meligat kondisi pandemi covid-19. Menurutnya keselamatan siswa menjadi prioritas.

"Tetapi (belajar) tatap muka belum saya izinkan, tergantung nanti situasi. Tidak mungkin anak sekolah kita korbankan hanya gara-gara kita mau menuntut pendidikan tatap muka.

Untuk ini, dengan segala keterbatasan pembelajaran, guna menjaga kesehatan anak-anak kita," ujar Edy.

(ind/tribun-medan.com)
 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved