Abang Bunuh Adik Kandung
Polisi Periksa Kejiwaan Dani yang Tega Habisi Adik Perempuannya Gunakan Cangkul di Percut Sei Tuan
Penyidik dari jajaran Polsek Percut Sei Tuan kini mendalami kondisi kejiwaan M Ramadani alias Dani yang tega menghabisi nyawa adik kandungnya
Penulis: Fredy Santoso | Editor: iin sholihin
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Penyidik dari jajaran Polsek Percut Sei Tuan kini mendalami kondisi kejiwaan M Ramadani alias Dani yang tega menghabisi nyawa adik kandungnya Siti Aisah (25) menggunakan cangkul di Jalan Kavlingan Ujung, Dusun 10, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (4/6/2021).
Akibat aksi brutal sang kakak, Aisah mengalami pendarahan parah di kepala dan menghembuskan nafas terakhir saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.
"Kami akan melakukan observasi terhadap kejiwaan pelaku," ujar Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Janpiter Napitupulu saat dikonfirmasi Sabtu (5/6/2021).
Kompol Janpiter Napitupulu menjelaskan, peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, jajarannya menerima laporan dari warga adanya kasus pembunuhan dan langsung bergegas ke lokasi.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan kepolisian, tersangka merupakan pecandu Narkoba yang sudah ketergantungan.
Bahkan, kata Janpiter, tersangka sempat dirawat di sebuah Rumah Sakit Jiwa karena mengalami gangguan jiwa.
Baca juga: Bisikan Gaib Jadi Pemicu Abang Cangkul Kepala Adik Perempuannya Hingga tewas
"Benar pelaku sudah ditangkap di Jalan Sukmo, Desa Kolam Kecamatan Percut, Sei Tuan 2 jam setelah kejadian pembunuhan. Yang mana pelaku atas nama M Ramadani alias Dani yang memakai Narkoba dan sudah ketergantungan," papar Kapolsek.
Lebih lanjut Janpiter Napitupulu menjelaskan, saat diinterogasi pelaku mengaku tega menghabisi nyawa adiknya karena mendapat bisikan gaib.
"Pelaku mengalami depresi, ilusi dan ada bisikan untuk membunuh adik kandungnya Siti Aisah," ucapnya.
Akibat perbuatannya, pelaku dan barang bukti sebuah cangkul sudah diamankan Polsek Percut Sei Tuan dua jam setelah kejadian.
Baca juga: Anak-anak Lari Lihat Dani Bawa Cangkul Penuh Darah, Kadus: Pelaku Ini Ada Gangguan Jiwa
Dengar Teriakan
Kepala Desa Bandar Setia, Sugiato menyebutkan, kejadian terjadi pada Jumat siang. Saat itu korban sedang berada di rumah bersama pelaku.
Namun, entah apa yang membuat pelaku tega membunuh adiknya, Sugiato belum mengetahui pasti penyebabnya karena tidak ada tetangga yang melihat.
Baca juga: SADIS, Abang Kandung Tega Cangkul Kepala Adiknya hingga Tewas di Percut Sei Tuan
Namun Sugiato menjelaskan ada warga yang sempat mendengar suara teriakan dari rumah korban.
"Kemarin pukul 13.09 terjadi pembunuhan yang menjadi pelaku merupakan abang kandungnya. Dani memukul adiknya dengan cangkul apakah ditusuk kurang tahu. Sehingga korban mengalami luka di bagian kepala," kata Kepala Desa Bandar Setia, Sugiato saat ditemui pada Sabtu (5/6/2021).
Sugiato menjelaskan, saat itu ada warga yang sempat melihat Dani membawa sebuah cangkul yang berlumuran darah, namun karena merasa curiga lalu warga mendatangi rumah pelaku dan ditemukan Aisyah, adiknya sudah mengalami luka parah dibagian kepalanya.
Warga yang melihat pun langsung memberikan pertolongan dengan membawa korban ke rumah sakit terdekat menggunakan angkutan umum. Namun tiba di sebuah klinik ternyata tidak ada ruangan tersedia.
Setelah menuju ke sebuah rumah sakit lainnya, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan. "Sampai di rumah sakit haji sudah meninggal dunia karena pendarahan parah," ucapnya.
Setelah mengetahui korban sudah meninggal dunia akhirnya warga pun membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara, Medan dan melaporkan kejadian itu kepada pihak yang berwajib.
Setelah menghubungi kepolisian akhirnya pelaku ditangkap tak jauh dari rumahnya. Sementara barang bukti berupa cangkul pun telah diamankan meski sempat diceburkan ke sumur.