Breaking News:

Abang Bunuh Adik Kandung

Anak-anak Lari Lihat Dani Bawa Cangkul Penuh Darah, Kadus: Pelaku Ini Ada Gangguan Jiwa

Seorang tetangga yang tak jauh dari rumah pelaku mengaku melihat Dani berjalan membawa sebuah cangkul berlumuran darah.

TRIBUN MEDAN/HO
Dani, pelaku pembunuhan terhadap adiknya Siti Aisyah saat ditahan Polsek Percut Sei Tuan di Jalan Kavlingan ujung, Dusun 10 Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Seituan, pada Jumat (4/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Fredy Santoso

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus pembunuhan yang dilakukan seorang abang kandung terhadap adiknya menggegerkan warga Jalan Kavlingan ujung, Dusun 10, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Seituan.

Seorang tetangga yang tak jauh dari rumah pelaku mengaku melihat Dani berjalan membawa sebuah cangkul berlumuran darah.

Menurut Ida, pada Jumat siang beberapa anak menceritakan kejadian itu saat pelaku berjalan membawa cangkul di area pemukiman warga.

"Ada anak-anak lari kemari. Katanya Bang Dani bawa cangkul ada darahnya," Kata Ida, saat diwawancarai tak jauh dari lokasi kejadian pada Sabtu (5/6/2021).

Setelah mengetahui hal tersebut, tetangga yang curiga terjadi sesuatu langsung memberi kabar kepada saudara terdekat pelaku untuk melakukan pemeriksaan di rumah pelaku.

Ternyata dugaan warga benar, adik kandung pelaku, Siti Aisyah, sudah tergeletak berlumuran darah, kepalanya luka, tangannya luka dan dadanya robek.

Seketika warga yang melihat langsung membawa korban ke sebuah klinik yang tak jauh dari lokasi. Namun karena lukanya cukup parah akhirnya korban dibawa ke rumah sakit.

Belum sampai di rumah sakit ternyata nyawa Aisyah tak terselamatkan lagi.

"Setelah itu, kami bawa la pakai angkutan umum ke klinik. Rupanya ditolak. Pas mau dibawa ke rumah sakit, sudah meninggal," ucapnya.

Kepala Dusun 10 Desa Bandar Setia menyebutkan setelah mengetahui kejadian tersebut langsung melaporkan hal itu ke kepolisian. 

Berselang dua jam, korban dan barang bukti yang diceburkan ke sumur juga turut diamankan.

"Pelaku ini ada gangguan jiwa. Sekitar dua jam baru polisi datang," katanya. (cr25/ tribun-medan.com)

Penulis: Fredy Santoso
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved