Breaking News:

Kedai Tok Awang

Martin Garrix tak Bisa Main Bola

Sinergi antara sepak bola dan musik mampu menghadirkan sesuatu sebelumnya tidak ada: emosional dalam benang merah keriang-gembiraan yang solid.

uefa.com
uefa.com DJ asal Belanda, Martin Garrix 

SEJAK pagi dari Kedai Tok Awang terdengar suara Shakira. Dimulai Underneath Your Clothes, lalu Whenever, Wherever dan Loca yang masing-masing diputar lebih lima kali. Ocik Nensi ikut menyanyi tatkala Can’t Remember to Forget You mengalun. The only memory is us kissing in the moonlight, Oh-oh ooh oh, oh-oh ooh oh...

“Makjang, sejak kapan ocik suka Shakira? Agakku selama ini ocik cumak penggemar Siti Badriah dan Iis Dahlia,” kata Mak Idam.

Ocik Nensi tersenyum dikulum. “Macam mana, lah, ocik bilang, ya, Dam. Kalok ditanya sejak kapan, ya, udah lama juga. Tiap nengok Shakira ocik jadi teringat waktu muda dulu. Dibilang mirip-mirip kali, ya, enggak. Tapi ada, lah, sikit,” ujarnya.

“Aih, betulnya itu, Tok?” tanya Sudung menimpali sembari mengguit lengan Tok Awang yang sedang bermain catur dengan Lek Tuman. Tok Awang tak menjawab. Matanya tidak lepas dari papan. Buah putih yang dijalankannya sedang terdesak oleh serangan-serangan agresif Lek Tuman.

Can’t Remember to Forget You berlalu. Rihanna ikut berlalu. Namun Shakira masih di Kedai Tok Awang.  Rabiosa, disusul Hips Don’t Lie, lalu La La La dan Waka Waka. Saat Waka Waka mengalun, serentak Mak Idam, Sudung, Ane Selwa, dan Lek Tuman bernyanyi. Pun Jek Buntal dan Jontra Polta yang baru tiba. Tsamina mina, eh eh,  Waka waka, eh eh...

“Eh, kelen penggemar Shakira juga rupanya. Satu server kita kalok gitu,” ucap Ocik Nensi seraya tertawa. Ia memang tidak tahu bahwa Waka Waka, juga lagu yang ia putar sebelumnya merupakan lagu Piala Dunia. Waka Waka untuk Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, sedangkan La La La Piala Dunia 2014 di Brasil. Bahkan sebenarnya Hips Don’t Lie juga lagu tema –walau bukan lagu utama– di Piala Dunia 2006.

Kesimpulan Ocik Nensi perihal "satu server" tidak jadi pembahasan lebih lanjut. Namun Shakira dan lagu-lagu Piala Dunia yang dinyanyikannya menggiring percakapan ke soal yang memang belum pernah sekali pun disinggung oleh orang-orang di Kedai Tok Awang. Lewat telepon selularnya Sudung langsung melakukan pencarian di Google. Dia mengetik: 'lagu Piala Eropa 2020', dan muncullah lagu berjudul We Are The People.

“Siapa yang nyanyi, Dung?” tanya Jek Buntal.

“Martin Garrix. Sama Bono dan The Edge.”

"Bah! Band U2?" tanya Mak Idam pula. "Yang satu lagi siapa tadi? Giring? Calon presiden itu?"

Halaman
1234
Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved