Kedai Tok Awang
Martin Garrix tak Bisa Main Bola
Sinergi antara sepak bola dan musik mampu menghadirkan sesuatu sebelumnya tidak ada: emosional dalam benang merah keriang-gembiraan yang solid.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
"Maksud ocik siapa yang nggak bisa main bola?" tanya Mak Idam.
“Si Giring yang kelen bilang tadi, lah."
"Garrix, Cik. Martin Garrix."
"Iya, sama, lah, itu. Pasti nggak bisa dia main bola."
Sudung tergelak. "Macam mananya ocik ini. Tak mesti begitu, lah, Cik. Ini soal lagu. Bukan soal bisa enggak main bola. Ocik pikir Shakira bisa main bola?"
"Kok jadi kau larikan ke Shakira pulak?"
"Tadi lagu yang ocik putar, yang kami semua ikut nyanyi, itu, kan, lagu bola. Lagu Piala Dunia."
"Eh, iya? Tapi..., jangan salah kau, Dung. Kurasa bisa dia main bola. Diajarin sama lakiknya. Yakin kali aku. Percuma, lah, lakiknya jago."(t agus khaidir)
Pernah dimuat di Harian Tribun Medan
Edisi cetak Kamis, 10 Juni 2020
Halaman 1
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/martin-garrix.jpg)