Breaking News:

Keluarga Histeris Terima Jenazah Nabili yang Hanyut di Sungai Belawan

Muhammad Nabili Zaki (16) yang hanyut di Sungai Belawan, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang.

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
DOK BASARNAS MEDAN
Jenazah Muhammad Nabili Zaki (16) dibawa ke rumah duka, Jumat (11/6/2021). Zaki hanyut di Sungai Belawan, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang saat berenang bersama teman-temannya. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Muhammad Nabili Zaki (16) yang hanyut di Sungai Belawan, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang akhirnya ditemukan namun dalam keadaan tewas, Jumat (11/6/2021). 

Pencarian dilakukan tim gabungan Basarnas Medan, BPBD Deliserdang, Polsek Hamparan Perak, Koramil, Perangkat Desa, Dan Potensi SAR.

Usai dicari dalam satu hari akhirnya ditemukan sekitar pukul 15.45 WIB, korban Zaki diketemukan dalam keadaan tewas berjarak 500 meter dari lokasi awal korban hanyut pada, Kamis (10/6/2021). 

Tim langsung mengevakuasi korban dan menyerahkan kepada keluarga korban.

Penyerahan dilakukan Komandan Tim Basarnas Medan, Ricky Harahap kepada pihak keluarga. Orang tua korban tampak histeris saat menerima anaknya. 

Tampak kedua orang tua tampak lemas melihat anaknya yang sudah terkujur tegang dan pucat. 

Ricky menyatakan bahwa operasi pencarian SAR ini gratis atau tidak dipungut biaya sekecil apapun.

Humas SAR Kota Medan, Sariman Sitorus menyebutkan awal kronologi kejadian bermula pada Kamis sore sekitar pukul 15.20 WIB, korban Muhammad Nabili Zaki bersama enam orang temannya berangkat dari rumah menuju sungai hendak mandi-mandi.

"Namun nahas korban yang diduga tidak pandai berenang saat hendak mandi langsung hanyut terbawa arus sungai yang saat itu sedang tinggi," bebernya, Jumat (11/6/2021).

Lalu teman korban yang mengetahui kejadian tersebut berupaya menolong korban dengan meraih korban dan berupaya menaikkan korban dibahunya

"Namun teman korban tidak sanggup membawanya ke tepi dikarenakan arus sungai yang cukup deras. Sehingga korban akhirnya terlepas dan hanyut terbawa arus sungai," ungkap Sariman. 

Seketika itu, ia menjelaskan keenam teman-teman korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah desa setempat hingga diteruskan ke Kantor Basarnas Medan. (vic/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved