Breaking News:

Kedai Tok Awang

Saatnya Enrique Kasih Bukti

Terlepas dari perdebatan soal Moreno, semua sepakat bahwa laga Spanyol kontra Swedia akan jadi momentum bagi Luis Enrique untuk membuktikan pilihannya

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
AFP PHOTO/JAVIER SORIANO
Pelatih Tim Nasional Spanyol, Luis Enrique 

"Memang, kalok dibilang mantap-mantap kali pun sebenarnya, ya, enggak. Tapi bisalah agak dibawa ke tengah. Namanya Gerard Moreno. Pemain Villareal."

Moreno menjadi sensasi di La Liga musim 2020/2021. Dia menjadi El Phicici; pencetak gol terbanyak, kedua (bersama Karim Benzema), tertinggal tujuh gol dari Lionel Messi yang melesakkan 30 gol dan unggul dua gol dari Luis Suarez. Dengan kata lain, di jajaran tukang gedor lokal, tidak ada yang mendekati kedigdayaan Moreno. Satu-satunya pesaing, Aspas (Celta Vigo, 14 gol), justru ditepikan Enrique.

Persoalannya adalah, Moreno minim pengalaman internasional. Di usia yang sudah sampai di angka 29, dia baru memiliki 11 caps dan melesakkan lima gol. Tiga gol terakhir diciptakannya ke gawang Malta dan Rumania di laga kualifikasi Euro 2020.

"Melawan Polandia, melawan Slovakia, atau bahkan mungkin melawan Swedia, Si Moreno ini bisa becalak. Bisa, lah, dia agak-agak patentengan. Tapi di hadapan Perancis atau Jerman, misalnya, atau Italia yang punya bek-bek ganas, kukira agak sulit dia bergerak bebas. Bukan soal skill saja. Ada pengaruh mental juga ini,” kata Mak Idam pula.

Dia, bersama Ane Selwa, Sudung, Jontra Polta, dan Pak Udo sejak tadi membahas insiden yang menimpa gelandang Denmark, Christian Erikssen. Bilang Jon, andai Erikssen kolaps dan tidak selamat, akan memberi pengaruh yang sangat besar pada kejuaraan ini.

Mereka secara khusus membahas perihal perilaku suporter Finlandia. Kebetulan, Erikssen jatuh terkapar di sisi lapangan yang dekat dengan tempat suporter Finlandia menonton. Apa yang kemudian terjadi memang mencengangkan. Di luar reaksi wasit dan tim medis yang super cepat, suporter Finlandia juga patut mendapat acungan jempol. Mereka turun ke lapangan dan memberikan tiga bendera Finlandia berukuran besar untuk menutupi tubuh Erikssen.

"Kurasa memang pantas kalok dibilang pendidikan di Finlandia itu nomor satu di dunia. Tengok, lah, kelakuan suporternya. Enggak terbayang aku kalok kejadian seperti itu terjadi di sini. Besok-besok udah jadi pergunjingan Si Erikssen di Lembe Turah," sebut Pak Udo.

Pembahasan mengenai Erikssen kemudian selesai dan para pembahasnya langsung pindah lapak. Ane Selwa meneruskan analisis Mak Idam.

"Bermain di kejuaraan besar, berkostum timnas, enggak sama dengan main di klub. Atmosfernya beda. Villareal boleh juara Europa League dan bersaing ketat dengan Atletico, Real Madrid dan Barcelona di La Liga. Cumak kalau udah masuk timnas jadi beda. Banyak itu pemain yang di klub jago tapi di timnas masuk angin," ujarnya.

Pak Udo dan Sudung punya pandangan berbeda. Sudung membandingkan Moreno dengan Kylian Mbappe. Kata Sudung, seperti Moreno di Euro 2020, Mbappe juga melakukan debut di Piala Dunia 2018. Hasilnya, Perancis juara dunia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved