Empat Pekan Berturut Harga Sawit Merosot, GAPKI: Permintaan Ekspor Tetap
Namun begitu, jika dibandingkan pekan ketiga pada Juni 2020 lalu, Harga TBS ini masih tercatat menguat sebesar Rp 597 atau 39,25 persen.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumut terus merosot pekan ini. Berdasarkan catatan dari Dinas Perkebunan Sumut, harga sawit Sumut telah melemah selama empat pekan berurut-turut.
"Berdasarkan hasil rapat Kelompok Kerja Teknis Tim Rumus Harga TBS produksi petani Provinsi Sumatera Utara, diperoleh harga TBS kelompok umur 10 sampai 20 tahun senilai Rp 2.158 per kg minggu ini," ungkap Ketua Kelompok Kerja Teknis Tim Rumus Harga Pembelian TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun Provinsi Sumut Ponten Naibaho melalui keterangan resmi, Rabu, (16/6/2021).
Jika dibandingkan bulan lalu, pada periode 19-24 Mei 2021, harga TBS ini melemah sebesar Rp 394 atau 15,43 persen. Harga ini terus terpuruk jika melihat harga sawit Sumut pada periode 19-24 Mei yang sempat mencapai titik tertinggi sejak tahun 2017, sebesar Rp 2.552 per kg.
Namun begitu, jika dibandingkan pekan ketiga pada Juni 2020 lalu, Harga TBS ini masih tercatat menguat sebesar Rp 597 atau 39,25 persen.
Baca juga: Bawa-bawa Nama Gubernur dan Wakil Gubernur saat Rusak Sawit, PTPN II Lapor ke Polda Sumut
Penetapan harga sawit mingguan ini didasari oleh gabungan harga kelapa sawit yang diperoleh dari Pusat Pemasaran Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara (KPBN), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), dan harga pasar.
Sementara itu, Dinas Perkebunan Sumatra Utara menetapkan harga crude palm oil (CPO) pekan ini dibanderol senilai Rp 9.529 per kg dan harga kernel lokal senilai Rp 6.011 per kg.
Menanggapi merosotnya harga sawit ini, Sekretaris Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Sumut, Timbas Prasad Ginting mengatakan, turunnya harga ini karena perdagangan di luar negeri lagi turun, sehingga berpengaruh ke harga di dalam negeri.
Dikatakan Timbas, walaupun harga sawit terjun bebas dibanding bulan lalu yang masih di harga Rp 2.552 per kg, namun tak memiliki pengaruh kepada volume ekspor.
"Permintaan untuk sawit ini stabil dan tetap meningkat karena tetap banyak peminatnya," ujarnya.
Dikatakan Timbas, walaupun harga terus mengalami penurunan, para pengusaha di Sumut yakin harga akan kembali meroket.
"Kita lihat lah dalam seminggu ini. Mungkin ini akan naik lagi lah, karena ada usulan untuk revisi pungutan ekspor, kita sedang menunggu itu. Kita lihat lagi lah ini. Tapi kita optimis harga ini nanti akan kembali naik," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sawit-harga.jpg)