HEBOH Aksi Dua Mahasiswi Cantik Selamatkan Nyawa Orang Tersengat Listrik, Banjir Pujian Netizen
Baru-baru ini media sosial dihebohkan oleh aksi dua mahasiswi cantik yang menyelamatkan nyawa seseorang yang tersengat listrik.
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
"Minggu ini kita akan mengambil foto kelulusan, akan meninggalkan asrama tempat kita tinggal selama bertahun-tahun.”
“Sebelum lulus, kita tidak pernah berharap bisa menyelamatkan nyawa dengan ilmu yang telah kita pelajari. Kami sangat senang.” Ujar kedua mahasiswa perempuan tersebut yang tidak bisa menyembunyikan emosi mereka.
Baca juga: Kerap Mimisan, Widuri Bagikan Tips Pertolongan Pertama untuk Mimisan: Tiba-tiba Udah Merah
Baca juga: GEJALA SERANGAN Jantung yang Jarang Diketahui, Ingat Pertolongan Pertama pada Orang Sakit Jantung
Ketenangan dan ketegasan Lu Dich Tan dan Vu Thien Nhat mendapat banyak pujian dari publik.
Melalui kejadian ini, masyarakat juga menyadari pentingnya tindakan resusitasi jantung paru.
Melakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru) yang efektif pada korban dalam 4-6 menit pertama dapat menyelamatkan mereka dari kematian.

Satu orang lagi dengan pertolongan pertama tepat waktu, satu orang lagi bisa selamat.
Resusitasi Jantung Sesuai Petunjuk Dokter
Sesuai petunjuk dokter, RJP dilakukan dengan meletakkan sapu tangan atau kain kasa di atas mulut korban.
Gunakan dua ibu jari dan telunjuk untuk menutup hidung korban kemudian hembuskan udara langsung ke dalam mulut korban.
Gunakan dua tangan yang saling tumpang tindih untuk menekan dada di luar jantung, frekuensi kompresi sekitar 100 kali / menit.
Baca juga: GEJALA Serangan Jantung Dimulai Perlahan, Berikut Pertolongan Pertama Orang Kena Serangan Jantung
Baca juga: Begini Pertolongan Pertama Ketika Bayi Anda Susah Buat Air Besar (BAB), Kasih Air atau Jus Buah
Jika hanya ada satu penolong, berikan 2-3 napas dan berikan kompresi dada 10-15 kali.
Jika ada dua responden pertama, satu orang memberikan pertolongan pertama, yang lain memberikan kompresi dada, bertahan sampai jantung berdetak lagi dan pernapasan berlanjut.

Imobilisasi dan imobilisasi anggota tubuh dan tulang belakang yang terluka.
Setelah darurat, jika jantung berdetak lagi, korban bernapas secara alami, kemudian segera bawa ke rumah sakit.
(yui/tribun-medan.com)