Kedai Tok Awang

Masihkah Menggigit Saat Terjepit?

Joachim Low tak boleh mengacuhkan fakta bahwa mereka tidak lagi memiliki tukang gedor kualitas wahid. Mereka cuma punya Serge Gnabry dan Timo Warner

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
AFP PHOTO/BERNADETT SZABO/MATTHIAS HANGST
(FOTO COMBO) Pemain Tim Nasional Portugal Cristiano Ronaldo (kiri) dan pemain Tim Nasional Jerman Thomas Mueller. Kedua pemain akan berhadapan dalam laga Portugal versus Jerman di Alianz Arena, Munich, Jerman, Minggu (20/06/2021) dinihari (WIB) 

Ronaldo tidak. Dia belum mau berhenti. Tiga musim di Italia, kecuali di musim 2020-2021, dia membantu Juventus mempertahankan dominasi. Mendapatkan semua tropi. Dia masih dalam semangat yang sama. Masih keoptimisan serupa. Dan secara fisik, masih dalam kondisi kualitas yang tiada berbeda. Pendeknya, CR7 sama sekali belum berubah. Selalu ingin menang dan terus menang.

Hebatnya lagi, di luar itu semua, dia memiliki kewibawaan dan manajemen emosi yang sangat bagus. Keberadaannya di lapangan, di bangku cadangan, di ruang ganti, memberikan dampak positif bagi rekan-rekannya.

"Sebagai pemain kukira dia lebih baik dari Zinedine Zidane. Ronaldo bisa dengan enteng menyingkirkan Coca-Cola atau mungkin minuman-minuman bersoda lain, tetapi mustahil dia menanduk dada orang di pertandingan penting di event sebesar Piala Dunia atau Piala Eropa," ujar Lek Tuman.

Sangkot menyambung kalimat Lek Tuman. "Ronaldo tahu betul siapa Jerman itu, Ne. Kelewat tinggi reputasi orang itu untuk disepelekan. Apalagi, di Jerman juga masih ada Toni Kroos, kedan kentalnya waktu di Madrid. Banyak jasa Si Kroos ini untuk Ronaldo."

"Iya, lah, sejak Kroos gabung ke Madrid, gol-gol Ronaldo, mungkin ada separuhnya yang berasal dari dia," sebut Tok Awang pula.

Begitulah, Jerman memang punya reputasi dan Cristiano Ronaldo, Portugal, tidak akan terlalu konyol untuk bersikap pandang remeh. Sekali lagi mereka pasti tetap berhati-hati. Portugal bakal lebih merapatkan barisan. Tidak sepenuhnya terbuka seperti mereka berlaga kontra Hongaria. Karena itu sebenarnya sekarang terpulang kepada Jerman sendiri. Setidaknya mengatasi dua hal.

PELATIH Tim Nasional Jerman Joachim Loew (kiri) berbicara dengan pemain belakang Antonio Ruediger (tengah) pada sesi latihan di training camp tim di Herzogenaurach, jelang laga kontra Portugal di Grup F Euro 2020 yang akan digelar di Stadiom Alianz Arena, Munich, Minggu (20/06/2021) dinihari (WIB).
PELATIH Tim Nasional Jerman Joachim Loew (kiri) berbicara dengan pemain belakang Antonio Ruediger (tengah) pada sesi latihan di training camp tim di Herzogenaurach, jelang laga kontra Portugal di Grup F Euro 2020 yang akan digelar di Stadiom Alianz Arena, Munich, Minggu (20/06/2021) dinihari (WIB). (AFP PHOTO/CHRISTOF STACHE)

Pertama, secara teknis. Joachim Low tak boleh mengacuhkan fakta bahwa mereka tidak lagi memiliki tukang gedor kualitas wahid. Penyerang bertipikal pembunuh berdarah dingin seperti Miroslav Klose atau Oliver Bierhoff, atau legenda-legenda semacam Jurgen Klinsmann, Rudi Voller, dan Gerd Muller. Sekarang mereka cuma punya Serge Gnabry dan Timo Warner. Penyerang-penyerang sekadar.

Gnabry merumput di Bayern Munchen dan dia bukan targetman utama. Ada Robert Lewandowski di sana. Gnabry turun bertanding 38 kali musim ini, mencetak 11 gol dan tujuh assist. Warner tidak jauh berbeda. Bersama Chelsea dia bermain di 52 laga, melesakkan 12 gol dan memberikan 15 assist. Dia lebih menonjol dalam mengumpan ketimbang menggetarkan jala gawang lawan.

"Pas lawan Perancis itu kelihatan kali kalok Gnabry ini enggak berkutik. Tak telap dia melewati Kimpembe dan Varane. Kemudian Low masukkan Warner, hasilnya sama saja. Oper-operan memang menang Jerman, tapi kalok nggak bisa menggolkan, ya, enggak ada gunanya juga, kan," kata Ane Selwa.

"Enggak kalah penting, ya, beban psikologis. Kalah dari Perancis itu berat. Sekarang yang dihadapi Portugal pulak. Juara bertahan. Untuk yang ini aku agak beda sama Tok Awang. Terus terang, aku agak-agak ragu mereka bisa lewati ini," ucap Mak Idam yang diamini pula oleh Lek Tuman.

Perkiraan line up pertandingan Portugal vs Jerman di laga kedua Grup F Euro 2020, Minggu (20/06/2021) dinihari (WIB)
Perkiraan line up pertandingan Portugal vs Jerman di laga kedua Grup F Euro 2020, Minggu (20/06/2021) dinihari (WIB) (tribunnews)

"Keknya cumak Tok Awang dan Sangkot yang lain ini. Cemana? Kelen mau ganti tim? Masih bisa ini. Masih ada waktu," tanya Jontra Polta.

Sangkot mengangkat bahu sembari cengengesan. Sebentar kupikirkan, bilangnya. Tok Awang tidak menjawab. Namun, tak berselang lama, dari pengeras suara kedai mengalun rock lama dari salah satu band heavy metal terbesar Jerman, Helloween.

I want out, to live my life and to be free.(t agus khaidir)

Pernah dimuat di Harian Tribun Medan
Sabtu, 19 Juni 2021
Halaman 1

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved