Breaking News:

Kedai Tok Awang

Saat-saat yang Bikin Berdebar

Di laga terakhir babak grup ini tentu semua tim yang masih memiliki peluang akan berjuang sampai "titik darah penghabisan"

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
AFP PHOTO/JONATHAN NACKSTRAND, DMITRY LOVETSKY, PETER DEJONG, DEAN MOUHTAROPOULOS, JUSTIN SETTERFIELD
Foto kombo pemain-pemain Tim Nasional Russia, Artem Dzyuba; pemain Denmark Simon Kjaer; pemain Austria, David Alaba; pemain Ukraine, Andriy Yarmolenko; pemain Makedonia Utara; dan pemain Belanda Memphis Depay. 

BABAK grup Euro telah memasuki laga-laga terakhir. Saat-saat yang genting dan bikin berdebar. Grup A telah menjalaninya. Hari ini, dan besok, giliran Grup B dan Grup C. Hanya Belanda dan Belgia yang betul-betul sudah aman ke 16 besar. Empat tim lain masih punya peluang yang sama untuk mendapatkan dua tiket tersisa. Plus dua dari empat potensi tiket sebagai peringkat ketiga terbaik.

Di Grup C, Ukraina dan Austria akan bentrok. Adapun di Grup B, Finlandia yang punya nilai sama dengan Rusia akan berhadapan dengan Belgia, sedangkan Rusia melawan Denmark yang sudah dua kali mengalami kekalahan.

Namun regulasi peringkat tiga terbaik membuat hitung-hitungan jadi lebih rumit. Kalah dua kali “semestinya” membuat Denmark masuk kotak. Dalam hal Grup B ini ternyata tidak. Belgia memimpin dengan enam poin dan selisih gol empat. Peringkat kedua Rusia, poin tiga dan selisih gol minus (-) dua. Dibawahnya Finlandia dengan nilai tiga dan selisih gol nol. Rusia berada di atas Finlandia dikarenakan regulasi head to head.

Anomali terjadi apabila Denmark menang dari Rusia dengan selisih gol di atas dua, dan di saat yang sama Belgia membenamkan Finlandia, juga dengan selisih lebih dari dua. Maka Denmark berpeluang lolos. Setidaknya untuk “mengadu nasib” di perebutan empat tiket peringkat tiga terbaik.

"Itulah, karena UEFA atas restu FIFA menambah jumlah peserta turnamen, jadinya yang agak ribet begini. Kalau dulu sebelum 2016, kan, gampang. Pokoknya yang lolos ke babak knockout itu yang peringkat satu dan dua saja. Peringkat tiga dan empat pulang. Selesai, enggak capek-capek awak ngitungnya," kata Jontra Polta sembari mencoret-coret buku kecilnya.

"Ah, harusnya ketua senang, lah. Makin rumit hitungan, kan, makin banyak juga yang pasang," ujar Ane Selwa menimpali.

"Enggak juga, Ne. Sudah agak payah sekarang karena corona-corona ini. Payah orang carik kerja, payah dapat duit. Daripada pasang dan kalah, orang tepikir mending, lah, duitnya dibelikan beras saja."

"Makanya, kau carik duit yang halal saja, Jon. Ini Si Sela sedang cari partner jualan jamu. Iya, kan, Sel?" sergah Ocik Nensi yang sejak tadi mengobrol dengan Tante Sela.

"Iya, Bang Jon. Aku mau buka lapak dekat pajak sana. Kebetulan ada yang modalin. Tapi untuk yang keliling rencanaku tetap. Mau kutambah pun dua kereta lagi. Kalok Bang Jon mau biar aku list satu, enggak kukasih orang lain," ujarnya.

"Aimak! Enggaklah, Tante. Bisa berkurang ketampanan awak nanti," ucap Jontra Polta sembari tersungut-sungut. Ane Selwa tertawa. Pun Lek Tuman, Sudung, Jek Buntal, dan Wak Razoki yang sedang bermain catur dengan Tok Awang. Mereka barangkali ikut geli membayangkan Jontra Polta jualan jamu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved