Kedai Tok Awang
Yang Menggebrak Saat Kritis
Menang, kalah, bahagia, nestapa, gelak tawa dan airmata. Juga kejutan-kejutan. Tidak ada yang pasti dalam kehidupan. Pun sepak bola.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
Agak anomali, memang, situasinya. Bagan pertandingan Euro 2020 mengharuskan juara dan peringkat kedua Grup D bertemu masing-masing dengan peringkat kedua Grup F dan peringkat dua Grup E. Dari Grup F, yang oleh para peramal bola "di-hiperbolik-kan" sebagai grup "neraka", siapa pun yang jadi juara grup dan runner up boleh dikata hampir-hampir tidak ada bedanya. Jerman, Perancis, Portugal, sama saja. Sama beratnya.
Masalah muncul lantaran di Grup E, performa Spanyol yang tak kunjung melesat membuat mereka, setidaknya sampai pertandingan kedua, tersendat di peringkat tiga grup. Sesial-sialnya, mereka akan jadi runner up. Dengan kata lain, di Grup D, jadi juara dan peringkat kedua serupa rumitnya.
"Si Southgate, barangkali [barangkali, ya], menimbang-nimbang ini. Mana lebih menguntungkan bagi Inggris. Banyak yang nyangka Inggris mau main aman supaya tetap runner up. Daripada ketemu siapapun dari Grup F, mereka pilih duel dengan siapapun dari Grup E," katanya.
"Tapi, Tok, kan justru fight orang itu main. Malah kalok aku lihat, pas lawan Ceko itulah, paling enggak sampai sejauh ini, permainan terbaik Inggris," ujar Mak Idam menyela.
Tok Awang mengangguk. "Iya, betul. Mungkin demi harga diri jugak. Atau Southgate melihat hitung-hitungan lain. Kan, enggak ada jaminan Ceko mau main selo. Bisa aja orang itu cumak purak-purak selo, ya, kan. Pas Inggris lengah langsung dilibas. Bisa kaco karena di pertandingan lain Kroasia dan Skotlandia pasti fight sampek berdarah-darah. Dan memang akhirnya ini, kan, yang terjadi. Persis kayak Denmark di Grup B. Kroasia selamat di detik-detik akhir."
Kroasia menang 3-1. Sempat sama kuat di paruh pertama, beruntun mereka cetak dua gol lewat Luka Modric dan Ivan Perisic. Andai Inggris kalah dari Ceko, mereka akan merosot ke posisi tiga.
"Memang, kalok lihat poinnya, dan selisih golnya, saya kira Inggris akan lolos. Masuk satu dari empat peringkat tiga terbaik. Masalahnya, dengan tiket 16 besar jalur ini, lawan orang itu nanti pasti lebih berat," kata Tok Awang, yang kemudian meneruskan paparan teorinya mengenai kemungkinan lawan-lawan Inggris di fase ini. Namun ia mendadak berhenti, setelah dari balik steling kedengaran suara Ocik Nensi.
"Oimak, udah macam Bung Kus kudengar Ayang Beib dari tadi, ya. Mantap kali, ah. Enggak apa-apa, tapi jangan pulak lupa soal langganan Netflix itu. Aku mau nonton filmnya Iqbal Ramadan. Ali, Ali, apa judulnya gitu. Si Sela bilang tampan kali dia di situ."(t agus khaidir)
Pernah dimuat di Harian Tribun Medan
Kamis, 24 Juni 2021
Halaman 1
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/denmark-menangg.jpg)