Cara Pembuatan Eco Enzyme, Sampah Yang Diubah Menjadi Bernilai Ekonomis
Melihat situasi itu, belakangan banyak peneliti ingin memanfaatkan sampah menjadi bernilai ekonomis mengatasi sedikit demi sedikit persolan.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Sampah kerap kali dipandang orang tidak mempunyai nilai dan bahkan menyebabkan persoalan serius dalam kehidupan sehari-hari masyarakat saat ini, contohnya kebanjiran, bau busuk bahkan menimbulkan penyakit.
Produksi sampah yang kian hari terus meningkat berbanding lurus dengan tingginya pemenuhan kebutuhan masyarakat tiap harinya.
Baca juga: Pemprov Sumut Buka Seleksi Terbuka Lima Jabatan Eselon II
Pemerintah sendiri tidak sedikit menggelorakan dana untuk menanggulangi pengolahan sampah, mulai dari pengadaan dan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), penyediaan alat transportasi pengangkutan yang ramah lingkungan, juga menggaji pegawai kebersihan.
Melihat situasi itu, belakangan banyak peneliti ingin memanfaatkan sampah menjadi bernilai ekonomis mengatasi sedikit demi sedikit persolan persoalan pengelolaan sampah.
Satu diantaranya yaitu pemanfaatan limbah organik menjadi berbagai bahan yang bisa dimanfaatkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, seperti hand sanitizer, alat pembersih rumah, detox dan menjadi pupuk organik.
Untuk menghasilkan bahan ramah lingkungan yang disebut Eco Enzyme dari sampah organik tersebut dilakukan dengan mencampurkan berbagai bahan-bahan seperti molase (air tetes tebu) bisa juga gula merah, sampah kulit buah atau sisa sayuran dan air bersih.
Baca juga: Jadwal Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Direksi BUMD Kota Medan Mundur
Berikut cara pembuatan, bahan-bahan dan perbandingan membuat Eco Enzyme :
Bahan-bahan :
- 1 kg gula merah
- 1 liter molase dibutuhkan 3 kg sampah kulit buah atau sisa sayuran dan 10 liter air bersih.
Peralatan.
- Ember dengan ukuran 20 liter
- Plastik tebal penutup ember satu buah
- Karet ban dengan panjang setengah meter.
Baca juga: Siapa Sebenarnya Sosok Puy Brahmantya? Janda Anak 3 Bikin Steven Rumangkang Nyaman
Cara pembuatan :
- Tuang semua bahan ke dalam ember, kemudian campurkan gula dan air ke dalam wadah sesuai takaran yang ditentukan di atas.
-Tutup rapat mengunakan plastik dan ikat dengan karet ban yang telah di sediakan hingga udara tidak bisa masuk.
- Simpan di tempat yang kering dan sejuk terhindar dari matahari dengan suhu dalam ruangan.
- Buka tutup wadah penyimpanan setiap hari pada minggu pertama untuk menghilangkan gas hasil fermentasi.
- Buka tutup wadah penyimpanan setiap dua hari sekali pada minggu kedua dan ketiga.
- Aduk cairan pada waktu penyimpanan satu bulan dan dua bulan.
- Eco Enzym siap dipanen minimal setelah tiga bulan penyimpanan.
Baca juga: Rakerda Repdem Sumut Lahirkan Kepeloporan Kerja-kerja Politik, Martua Siadari Jadi Formatur Tunggal
- Dianjurkan menggunakan lebih banyak kulit buah-buahan dibandingkan sisa sayuran
- Gunakan kulit jeruk agar cairan Ezo-enzym beraroma segar
- Jangan gunakan wadah berbahan logam karena kurang elastis.
(cr6/tribun-medan.com)