Amalan dan Zikir
UAH : 7 Amalan Dahsyat Usai Sholat, Sesuai Alquran dan Hadist
Selepas salam di penghujung shalat (salat), disarankan untuk tidak terburu-buru
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Dedy Kurniawan
Pertama, mengucapkan istighfar. Amalan pertama selepas salam adalah memohon ampun kepada Allah dengan mengucapkan istighar atau astaghfirullahal ‘azhim. Dalam sebuah hadits dikemukakan:
Dari Tsauban radhiallahu ‘anhu dia berkata, ‘Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai shalat, beliau akan meminta ampunan tiga kali dan memanjatkan doa: Allahumma antas salam waminkas salam tabaarakta Ya dzal jalaali wal ikram (Ya Allah, Engkau adalah Dzat yang memberi keselamatan, dan dari-Mulah segala keselamatan, Maha Besar Engkau wahai Dzat Pemilik kebesaran dan kemuliaan).’ Al-Walid berkata, ‘Maka kukatakan kepada Al-Auza’i, ‘Lalu bagaimana bacaan meminta ampunnya?’ dia menjawab, ‘Engkau ucapkan saja ‘Astaghfirullah, Astaghfirullah’,” (HR. Muslim no. 591).
Kedua, membaca Al-Quran. UAH merujuk pada QS. Al-Hijr ayat 9, dimana Al-Quran disebut sebagai Adz-Dzikr sehingga aktivitas membaca Al-Quran juga disebut sebagai aktivitas dzikir.
Ketiga, hafalan Al-Quran. Berdzikir dengan membacakan hafalan beberapa ayat Al-Quran, seperti ayat 1-5 Surah Al-Baqarah, Ayat Kursiy, tiga ayat terakhir Surah Al-Baqarah, dan lainnya. (Lihat QS. 54:17,22,32,40).
“Allah menyebut para penghafal Al-Quran, prosesnya berdzikir: ‘Kami telah mudahkan Al-Quran sebagai dzikir. Hafalan di sini dzikir, untuk dihafal, untuk berdzikir. Jadi kalau Anda setelah shalat membaca Al-Quran dalam hafalan bukan dari mushaf maka Anda sedang berdzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dan nilainya 4 kali dibandingkan dengan yang membaca (mushaf),” jelas UAH.
Keempat, doa. Berdoa bisa disebut juga sebagai berdzikir. Allah berfirman,
وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ
“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. “
UAH menjelaskan, ketika Allah memerintahkan sesorang berdoa, kalimat doa dalam bahasa perintahnya menggunakan kata ‘dzikir’. Karena ketika seseorang berdoa ia sedang ingat kepada Allah.
Kelima, shalat sunnah. Allah berfirman dalam QS. An-Nur ayat 14,
إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.”
Ini merupakan amalan yang luar biasa. Menurut UAH, atas izin Allah amalan ini boleh jadi akan memberikan syafaat bagi mereka yang dirasa kurang amalannya. Karena ketika amalan fardhu tidak bisa menolong, maka yang pertama kali dicari adalah amalan shalat sunnah ini.
“Hati-hati. Anda ketinggalan handphone perasaan sedih luar biasa. Tapi Anda ketinggalan yang sunnah, kenapa tidak Anda buru?” kata UAH.
Keenam, perbanyak menyebut Allah atau dengan Asmaul Husna. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 152 Allah berfirman,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ustaz-adi-hidayat-saat-mengisi-tabligh-akbar-di-ypsa_20180424_204800.jpg)