Breaking News:

Topaz, Bibit Sawit Unggul Asian Agri Punya Sejuta Manfaat Bagi Masyarakat

Asian Agri memperkenalkan bibit sawit yang diberi nama Topaz. Bibit sawit ini diklaim punya segudang keunggulan

Penulis: Yufis Nianis Nduru | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/YUFIS NIANIS NDURU
Acara Cakap-cakap yang disiarkan secara langsung di akun Facebook dan Instagram Tribun Medan, saat membahas Topaz, bibit sawit Asian Agri, Rabu (30/6/2021).(TRIBUN MEDAN/YUFIS NIANIS NDURU) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN-PT Asian Agri memperkenalkan bibit sawit yang diberi nama Topaz.

PT Asian Agri menyebut Topaz punya memiliki beragam keunggulan. 

"Asian Agri memiliki Oil Palm Research Station (OPRS) di Topaz, tujuannya mengembangkan varietas bibit unggul secara berkelanjutan agar dapat memberikan hasil yang maksimal serta berdampak pada produktivitas kelapa sawit Indonesia," kata Head of Plant Breeding Asian Agri Yoppy Dedywiryanto dalam kegiatan Cakap-Cakap Tribun Medan yang disiarkan secara langsung di Facebook dan Instagram Tribun Medan, Rabu (30/6/2021). 

Yoppy mengatakan, berdirinya OPRS Topaz berawal dari komitmen Asian Agri dalam pengembangan research untuk menghasilkan bahan tanam sawit yang unggul dari segi kuantitas, produksi maupun kualitas.

"Asian Agri tahu bahwa bahan tanam sawit faktor pertama dan utama pada industri sawit itu sendiri," tambahnya. 

Baca juga: Harga Sawit di Sumut Terjun Bebas, Berikut Rinciannya

Dalam hal ini, Yoppy mengutarakan komitmen ini di mulai dengan implementasi oleh Asian Agri pada tahun 1992 dengan penyeleksian, dan pada tahun 1996-1998 OPRS memulai penanaman induk elit dura dan pesifera terpilih di kebun Topaz. 

Ia menambahkan, dengan potensi produksi Topaz dari hasil persilangan generasi satu selama enam tahun dari tahun 1996-2004 didapatkan potensi produksi 16 ton TBS per hektare, dan rata-rata 31 ton TBS per hektare dari tahun ketiga sampai dengan TM6 dengan potensi OER 22 persen.

Berdasarkan potensi itu, OPRS Topaz berhasil memperoleh izin pelepasan varietas Topaz satu, dua, tiga, dan empat sesuai dengan surat kelutusan Menteri Pertanian Indonesia pada tanggal 16 Januari 2004.

Hal ini disebabkan komitmen dan manajemen Asian Agri yang selalu memberikan terbaik bagi customernya OPRS Topaz dengan didukung pengujian persilangan generasi dua yang sangat insentif, maka pada saat ini Topaz hanya memproduksi persilangan - persilangan yang terbukti mempunyai potensi produksi 24 ton TBS per hektare pada TM1 dan rata-rata 38 ton per hektare pada tahun ketiga dan keenam dengan potensi OER 29,26 persen.

Baca juga: Insentif Dana Peremajaan Sawit di Sumut Tersendat Karena Petani Kesulitan Urus Legalitas Lahan

"Disamping mengahasilkan bahan tanam unggul dari segi kuantitas, produksi dan kualitas TBSnya, OPRS Topaz dengan dukungan dan para pakar penyakitnya  berhasil meningkatkan kualitas bahan tanam dari segi ketahanannya terhadap penyakit dan orderma," katanya. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved